alexametrics

9 Tahun Tak Di Gaji, Afra Kerap Disiksa Majikan sampai Kepala Bocor

22 Oktober 2019, 08:36:54 WIB

JawaPos.com – Entah setan apa yang merasuki Ferddy Burhan hingga tega menyiksa Afra Burga Ambul, pembantunya sendiri. Tak terima, Afra dengan kondisi kepala berlumuran darah pergi ke Kantor Kepolisian untuk melaporkan perbuatan majikannya tersebut. Tidak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan di kediamannya di Jl Utama Raya RT 04 RW 03 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (21/10) malam.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Antonius menerangkan, pelaku tidak hanya sekali menyiksa korban yang tak lain pembantunya. Pelaku kerap menyiksa korban apabila pekerjaan yang dilakukan kurang baik. Sementera, korban sudah sembilan tahun kerja di tempat majikannya itu. Mirisnya, selama sembilan tahun bekerja, korban belum pernah mendapat gaji.

“Jadi selama sembilan tahun, korban belum di gaji atau dibayar. Korban sering di aniaya oleh pelaku bila melihat pekerjaan korban dirasa kurang bersih atau kurang baik,” kata Antonius, Selasa (22/10).

Antonius menyebut, selama ini korban tidak berani melapor karena takut. Penderitaan korban pun berakhir setelah ia melaporkan majikannya ke pihak kepolisian lantaran dipukuli hingga berdarah-darah. Korban disiksa oleh majikannya yang baru pulang dari luar kota. Melihat korban dalam mengerjakan pekerjaan rumah dengan pelan-pelan tidak cekatan, pelaku kesal.

“Jadi saat di tegur, korban beralasan sakit namun pelaku malah marah-marah dan langsung memukuli korban dengan menggunakan pipa paralon air dan gagang sapu sehingga menyebabkan korban mengalami luka luka,” ungkapnya.

Dalam kondisi kepala berdarah, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah. Atas saran dari tetangga, akhirnya korban datang ke Polsek Cengkareng untuk melaporkan kejadian tersebut. Melihat pelapor atau korban terluka kemudian SPK dan piket opsnal membawa korban ke RSUD Cengkareng guna pengobatan dan Visum.

“Korban mengalami luka pada kening, kepala bagian belakang, luka memar pada tangan kanan dan kiri,” tuturnya. Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Yogi Wahyu Priyono



Close Ads