alexametrics

Polisi Bongkar Sindikat Penipuan Penjualan Apartemen Beromzet Rp 30 M

22 Agustus 2019, 15:28:01 WIB

JawaPos.com – Direktorat Reserse Kriminal Umun (Ditreskrimmum) Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan berkedok apartemen fiktif di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, yang dipasarkan oleh PT MMS. Total kerugian dalam kasus ini mencapai Rp 30 miliar.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, dalam kasus ini, petugas mengamankan tiga orang tersangka yang memiliki peran berbeda. Pertama, AS sebagai Direktur Utama PT MMS periode 2016-2017 merangkap sebagai marketing pemasaran apartemen serta yang bertanda tangan didalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

Tersangka kedua KR, berperan sebagai Direktur Utama PT MMS periode 2017-2019, dan PJ, berperan sebagai pengendali tersangka AS dan KR dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan apartemen dan penerimaan uang pembayaran.

“Para Tersangka menawarkan unit apartemen yang akan dijualnya dengan menggunakan brosur dan memberikan bonus yang besar sehingga korban tertarik untuk membeli dan membayar uang
muka serta beberapa korban telah membayar lunas,” ujar Gatot dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/8).

Bonus-bonus menarik yang dijanjikan para tersangka yakni seperti mobil, motor, voucher logam mulia hingga paket pembelian apartemen murah misalnya, dengan harga Rp 525 juta bisa mendapat 3 unit apartemen.

Gatot menuturkan, PT MMS ini pertama kali didiran pada 2016 silam. Setelah mendirikan perusahaan itu, para tersangka membuat brosur pemasaran Ciputat Resort Apartemen, dengan harga termurah unitnya Rp 150 juta.

Konferensi pers penipuan berkedok penjualan apartemen di Ciputat, Tangerang Selatan. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

“total keseluruhan dari jumlah konsumen sebanyak 455 orang dengan nilai kurang lebih Rp 30 miliar,” tambahnya.

Namun, setelah para korban membayar uang muka dan angsuran, bahkan ada yang lunas, pembangunan apartemen tak kunjung dilakukan. Penyerahan unit dijanjikan dilakukan pada 2019 ini, namun di lokasi tak kunjung ada pembangunan.

“Para korban menagih janji serta meminta pengembalian uang milik para korban, namun saat mendatangi kantor pemasaran PT MMS sudah dalam keadaan kosong dan tidak ada kegiatan,” jelas Gatot.

Di sisi lain, Gatot menyampaikan PT MMS tidak pernah melakukan permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan. Namun PT tersebut telah memasarkan apartemen kepada konsumen.

Dalam perkara ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, kwitansi dan bukti transfer pembayaran uang muka dan Angsuran dari para korban, brosur Apartemen Ciputat Resort, maket atau miniatur apartemen, dan banner pemasaran.

Para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan. Dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun penjara.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads