alexametrics

Sepinya Kehidupan di Rumah DP 0 Rupiah

21 September 2019, 16:24:31 WIB

JawaPos.com – Sepi. Begitu kondisi Rusunami Klapa Village Pondok Kelapa, Jakarta Timur atau yang lebih dikenal rumah DP 0 Rupiah. JawaPos.com berkunjung langsung ke lokasi, pada Sabtu (21/9). Tak ada keramaian layaknya rusun-rusun di Ibu kota.

Di depan rusun terlihat hanya dua orang dewasa bersama 3 orang anak kecil yang tengah bermain di taman bermain. Tiga orang pihak keamanan terlihat berjaga di area bawah. Di area parkiran basement, bahkan masih sangat lengang. Tak ada satupun kendaraan roda 4. Hanya belasan sepeda motor yang terparkir.

Hilir mudik orang terlihat lebih ramai di basement. Namun, itu pun bukan penghuni. Melainkan pekerja proyek yang tengah membangun apartemen di samping tower Samawa.

Bergeser ke area dalam gedung terlihat memang masih sepi. Pintu-pintu rumah masih banyak yang tak berpenghuni. Tak nampak ada kegiatan orang.

Taman bermain di Tower Samawa Rumah DP O Rupiah/ Sabik Aji Taufan/JawaPos.com

JawaPos.com sempat berbincang dengan salah seorang penghuni bernama Ria yang tengah bermain bersama anaknya di taman. Dia mengatakan masih banyak rusun yang belum ditempati. Sehingga tampak sepi.

“Saya aja di lantai 5 sendirian. Nggak (takut) cuek aja. Di lantai 2 atau 4 itu sudah banyak. Lantai 7 juga ada baru naro barang,” ucap Ria.

Ria menyampaikan, kondisi ini memang terlihat kontras dengan waktu pendaftaran rusun berlangsung. Saat itu disebutkan ribuan masyarakat begitu antusias mengajukan permohonan.

Dia menduga karena hal itu pula, pihak pengembang saat ini masih membuka pendaftaran bagi yang ingin membeli rumah DP 0 Rupiah ini. “Kadang orang mungkin belum pada pindah juga, baru nyicil naro barang,” imbuh Ria.

Ibu satu anak itu menjelaskan, proses kepemilikan rumah Samawa dianggapnya tidak menyulitkan. Selama memang syarat administrasi awal sudah terpenuhi. Proses verifikasinya pun terbilang cepat.

“Kalau dari bank sih cepet prosesnya. Saya aja kemarin paling seminggu. Apalagi sekarang posisinya (rusun) udah dibangun. Tadinya saya nungguin dari sebelum dibangun,” ungkapnya.

Keberadaan rumah DP 0 Rupiah ini sendiri dianggapnya cukup membantu warga berekonomi pas-pasan. Pasalnya, harga hunian masih lebih murah dibanding rumah petak. Lebih dari itu, program rumah Samawa ini tidak dibebankan uang muka.

JawaPos.com sempat menemui petugas pelayanan. Dia mengatakan masih banyak hunian yang kosong. Sehingga masih membuka pendaftaran bagi masyarakat yang berminat. “Baru ke isi sekitar 80 an. Masih ada 700an (hunian),” ucap petugas tersebut yang tidak disebutkan namanya.

Banyaknya hunian yang belum terjual menurut dia bukan karena harganya yang mahal. “Proses verifikasinya ketat banget sih,” kata dia. Dengan demikian, diperkirakan banyak pemohon yang gugur akibat dianggap tidak memenuhi syarat kelayakan.

Keamanan di rumah DP 0 Rupiah ini sendiri terbilang cukup baik. Selain dibekali dengan portal bagi kendaraan masuk dan keluar, juga ada kartu akses untuk menuju lantai atas. Kartu tersebut hanya diberikan kepada penghuni. Sedangkan bagi pengunjung harus seizin petugas keamanan.

“Di sini emang nggak semuanya bisa masuk,” kata salah seorang petugas keamanan yang saat itu mendampingi JawaPos.com berkeliling di area dalam gedung.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan serah terima kunci kepada 50 calon penghuni gelombang pertama Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur atau yang lebih dikenal rumah DP Rp 0. Sebelum diberi kunci, dilangsungkan terlebih dahulu akad kredit oleh calon penghuni.

“Sungguh sebuah kebahagiaan tersendiri. Hari ini kita menyaksikan sebuah menara yang nantinya akan dihuni oleh masyarakat yang mereka terlibat dalam program Rumah DP nol rupiah,” ucap Anies dalam sambutannya di Tower Samawa Klapa Village, Jakarta Timur, Sabtu (31/8).

Proses serah terima kunci tersebut menggunakan aplikasi khusus dalam rangka untuk memudahkan penghuni. Aplikasi berbasis android tersebut berisi daftar cek serah terima unit berupa segala kelengkapan yang harus diterima penghuni dari pengembang. Dengan adanya aplikasi yang beroperasi melalui gawai ini, para penghuni nantinya dapat dengan mudah melaporkan jika ternyata kerusakan dari unit yang diterima, yaitu cukup difoto lalu dikirim menggunakan aplikasi ini.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads