alexametrics

Risma Bakal Jadi Pesaing Berat Anies di Pilkada 2022

21 Agustus 2019, 17:53:41 WIB

JawaPos.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuka peluang Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini maju dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta 2022 mendatang. Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan itu sendiri baru akan menyelesaikan tugasnya di Surabaya pada 2020.

Menanggapi itu, Pengamat Politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menyambut positif masuknya Risma di bursa DKI 2022. Dia menyakini pesona Risma bisa menjadi ancaman kuat bagi Anies Baswedan yang diperkirakan akan maju kembali sebagai petahana. “(Risma) lumayan sih menurut saya. Itu bisa jadi saingan kuat Anies Baswedan,” ujar Ray saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (21/8).

Selain itu, Ray menilai Anies saat ini tak kunjung terangkat elektabilitasnya. Terlebih sempat muncul kritik akibat dia menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di pulau reklamasi. Selain itu, di Jakarta juga masih kuat pemilih Basuka Tjahaja Purnama (Ahok). Sehingga peluang sosok baru terpilih di DKI masih terbuka. “Kalau kemarin (pilkada 2017) dia (Anies) dapat 54-58 persen suara, jadi dugaan saya turun ke 50, jadi ada kans unuk orang baru naik,” imbuhnya.

Ray juga menyakini popularitas yang didapat selama menjadi Walikota Surabaya sudaj cukup kuat untuk Risma maju di pilkada DKI. “Sangat mungkin. sangat potensial justru. Risma menarik bagi kelas menengah kan, dengan nama besar di Surabaya,” tegasnya.

Keunggulan lain Risma yaitu dia merupakan sosok perempuan. Selama ini, DKI Jakarta tidak pernah dipimpin oleh seorang perempuan. Dengan demikian, isu perempuan bisa menjadi daya jual sendiri kepada pemilih. “Kalau bisa terjadi kan kali pertama dalam sejarah DKI dipimpin perempuan. Oleh karena itu, heroismenya akan kuat,” jelas Ray.

Menyiapkan Kader Terbaik

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKi Jakarta, Gembong Warsono mengatakan, partainya masih sebatas menyiapkan kader terbaiknya untuk. Belum ada pembicaraan mendalam terkait lokasi penempatan kader. Termasuk Risma ke Jakarta.

“Kita saat ini belum sampai disitu, prinsip dasarnya adalah partai menyiapkan kader terbaiknya. Tapi belum sampai tataran kita mau menempatkan di mana,” kata Gembong.

Gembong menuturkan, penempatan kader di DKI Jakarta harus melalui pertimbangan matang. Seperti pemahaman kepada kompleksitas permasalahan di ibu kota. Selain itu, kecocokan figur dengan hati para pemilih juga menjadi pertimbangan lain.

“Karena ketika pilkada langsung ini kan figur sangat menentukan selain partai politiknya. Tentunya partai akan menyiapkan kader terbaiknya,” ucapnya.

Namun, saat disinggung kecocokan Risma di DKI Jakarta, Gembong masih enggan menjawabnya. “Kita belum sampai situ dulu, prinsipnya partai menyiapkan kadernya dulu. Pertanyaannya apakah bu Risma cocok, ya nanti lihat perkembangan ke depannya bagaimana,” tegasnya.

JawaPos.com sudah berusaha menghubungi pihak partai Gerindra dan PKS selaku pengusung utama Anies Baswedan. Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum ada jawaban dari mereka.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun mengatakan, tidak menutup kemungkinan nantinya Risma akan diusung partai berlogo banteng ini di Pilgub DKI Jakarta 2022 mendatang. “Ya politik itu kan bicara kemungkinan ya. Segala kemungkinan bisa saja terjadi,” ujar Komarudin di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/8).

Bahkan, menurut Komarudin, peluang Risma bisa diusung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta karena telah berbuat banyak untuk kemajuan di Surabaya saat ini. Terlebih dia adalah salah satu kader terbaik PDIP. “Apalagi Risma termasuk salah satu kader terbaik PDIP,” katanya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads