alexametrics

Minyak Goreng Curah di Pasar Masih Mahal

21 Mei 2022, 15:50:46 WIB

JawaPos.com – Harga minyak goreng curah di pasar tradisional masih tinggi hingga menembus diatas Rp 20.000 per kilogram. Padahal Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengeluarkan surat telegram (ST) untuk memastikan ketersediaan hingga kelancaran distribusi minyak goreng curah di pasar.

Tujuannya, untuk memastikan harga minyak goreng curah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Namun, berdasarkan pantauan JawaPos.com di Pasar Kebayoran Lama, harga minyak goreng curah masih di atas Rp 20.000 hingga Rp 23.000 per kilogram.

Salah satu pedagang minyak goreng curah di agen toko, Anto, 32, mengatakan, meskipun pemerintah telah mematok acuan harga minyak goreng curah murah, namun, dirinya tetap menjualnya sesuai harga pasar untuk menghindari kerugian.

“Sesuai harga pasar. Saya belinya diatas Rp 14.000 jauh lagi (harganya) diatas itu. Masa harus jual segitu. Ya rugi saya. Kalo mau dijual murah ya benerin dulu itu harganya dari sananya. Kalau sananya murah ya kita juga jual murah,” ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (21/5).

Sementara, salah satu pembeli minyak goreng curah, Indri, 32, mengeluh harga minyak goreng yang masih melambung tinggi. Ia juga mempertanyakan berbagai kebijakan yang telah diupayakan pemerintah, namun hingga kini belum dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Pemerintah ngeluarin aturan ini itu sama saja harganya mahal mahal juga. Murah ya sempet murah cuma pas sidak doang,” ungkapnya.

Sementara, pembeli lainnya, Nisa, 28, mengeluh persoalan minyak goreng yang tak kunjung usai hingga saat ini. Meskipun dirinya sebagai Ibu rumah tangga tidak memasak menggunakan minyak goreng setiap hari, namun juga mempengaruhi alokasi belanja bulannnya.

“Memang nggak setiap hari saya masak pakai minyak goreng, tapi tetap aja yang tadinya minyak murah jadi mahal meski naik ya berapa ribu kan juga berharga itu buat emak-emak. Namanya kebutuhan kan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka mewujudkan ketersediaan, kelancaran distribusi dan harga minyak goreng curah sesuai HET, Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Nomor: ST/990/V/RES.2.1/2022 tanggal 20 Mei 2022, yang ditanda tangani oleh Kabareskrim atas nama Kapolri.

Hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Selain itu, hal ini sesuai dengan Permendag No 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah.

Selanjutnya, sesuai dengan Permendag No 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil (CPO), Refined, Bleached And Deodorized Palm Oil (RBD Palm Oil), Refined, Bleached And Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein). dan Used Cooking Oil (UCO); Peraturan Kapolri No 6 tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana dan Surat Perintah Kapolri No SPRIN/709/III/OTL 1.1.1/2022 tanggal 29 Maret 2022 tentang penugasan dalam satgas pangan.

Keputusan ini juga didasari hasil rapat koordinasi terkait minyak goreng curah dengan pelaku usaha pada 16 Mei 2022. Dalam TR ini, Kapolri memerintahkan kepada seluruh Polda jajaran untuk melakukan langkah, yang salah satunya, mendorong pelaku usaha untuk melakukan percepatan pendistribusian minyak goreng curah, menjual margin yang ditentukan guna memastikan pengecer dapat menjual sesuai HET sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram dan melaporkan setiap kendala yang dihadapi dalam pendistribusian dan penjualan.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads