alexametrics

Wali Kota Bima Arya Positif Korona, Bogor Berstatus KLB

Bima: Saya Hanya Batuk-Batuk Kecil
21 Maret 2020, 13:48:03 WIB

JawaPos.com – Satu lagi pejabat publik terinfeksi virus korona. Kemarin Wali Kota Bogor Bima Arya dipastikan terjangkit virus asal Wuhan, Tiongkok, itu. Bima menjadi kepala daerah pertama yang berstatus positif Covid-19. Dia langsung diisolasi di RSUD Kota Bogor.

Juru Bicara Pemkot Bogor untuk Siaga Covid-19 dr Sri Nowo Retno mengatakan, Bima menerima hasil tes swab Covid-19 pada Kamis (19/3) sore. ”Hasilnya menunjukkan bahwa wali kota positif korona,” ujar Retno dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Bogor tadi malam.

Berbagai protokol penanganan Covid-19 sudah dijalankan. Selain wali kota, seorang pejabat Pemkot Bogor juga positif korona. Sedangkan tiga orang lainnya dinyatakan negatif. Bima diduga tertular saat melakukan kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan. Bima yang ditemani beberapa pejabat Pemkot Bogor berada di dua negara itu sejak 9 Maret.

Retno yang juga Plt kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor menjelaskan, kondisi Bima sudah dilaporkan kepada gubernur Jawa Barat, menteri sekretaris negara, dan menteri dalam negeri melalui saluran telepon. ”Dalam arahannya, wali kota mengimbau warga Bogor dan publik secara luas untuk terus waspada. Betul-betul menjaga kesehatan dan selalu tawakal serta bermunajat kepada Yang Mahakuasa,” tuturnya.

Setelah Bima positif korona, Pemkot Bogor menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19. ”Dengan adanya tiga kasus positif, Kota Bogor dinyatakan KLB,” ujar Wawali Dedie.

Dalam video yang beredar, Bima menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki gejala yang signifikan. ‘’Hanya batuk-batuk kecil,’’ katanya. Meski demikian, Bima memutuskan untuk mengikuti semua protokol isolasi dan percaya sepenuhnya kepada pihak RS. ‘’Doakan saya dan keluarga,’’ katanya. Bima juga mengatakan bahwa Covid-19 bisa menyerang siapa saja. Karena itu, Bima mengimbau kepada warga Bogor agar selalu menjaga diri. ‘’Jangan keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak. Jaga diri dan jaga jarak,’’ ingatnya.

Sementara itu, pemerintah pusat menginstruksi Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjadi pelaksana tugas (Plt) wali kota Bogor. Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik Kastorus Sinaga mengatakan, hal itu sudah diatur dalam UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam pasal 65 disebutkan bahwa dalam kondisi kepala daerah berhalangan menjalankan tugas, kepala daerah dapat menunjuk wakil yang bertindak sebagai Plt untuk menjalankan tugas dan kewenangan wali kota, baik secara parsial maupun keseluruhan.

’’Meski Bima Arya berhalangan, roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kotamadya Bogor dipastikan tetap berlangsung normal seperti biasa,’’ ujarnya kemarin (20/3).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, wali kota Bogor sudah melaporkan bahwa dirinya positif Covid-19. Tito mengapresiasi langkah Bima yang mengumumkan secara terbuka ke publik.

Sikap tersebut, lanjut dia, bisa membuat masyarakat memahami pentingnya mengambil tindakan social distancing dan memperkuat ketahanan tubuh masing-masing. ’’Kita doakan Pak Bima Arya serta seluruh masyarakat yang terkena segera sembuh dan dapat menjalani perawatan medis dengan baik,’’ ujarnya melalui keterangan tertulis.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ded/far/c9/c15/oni/ayi

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads