alexametrics

Revisi Perda RTRW Belum Selesai, PDRB Kota Bogor Terdampak

20 November 2020, 06:33:59 WIB

JawaPos.com–Revisi Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bogor Tahun 2011–2031 belum juga selesai. Hal itu dinilai dapat berdampak menurunkan produk domestik regional bruto (PDRB) karena tidak ada pembangunan baru.

”Revisi Perda RTRW harus segera diselesaikan. Pembangunan baru di Kota Bogor belum bisa dilakukan jika revisi Perda RTRW belum disahkan,” kata Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah seperti dilansir dari Antara di Kota Bogor.

Syarifah Sofiah menegaskan, penyelesaian revisi Perda RTRW wajib dipercepat. ”Kalau sudah selesai, segera disosialisasikan ke investor dan pengembangan perumahan,” ujar Syarifah Sofiah.

Menurut dia, dengan adanya pembangunan, ada pertumbuhan ekonomi. ”Kalau ada pembangunan infrastruktur atau pembangunan fisik lainnya, PDRB akan meningkat dan pendapatan daerah meningkat,” terang Syarifah Sofiah.

Syarifah melihat, kepemimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, pada periode 2019–2024, visi misinya adalah membangun perubahan Kota Bogor dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Agar ada pembangunan baru di Kota Bogor, revisi Perda RTRW harus segera selesai.

Stakeholder Kota Bogor juga harus memikirkan pembangunan pusat ekonomi baru atau kawasan pembangunan baru,” papar Syarifah Sofiah.

Syarifah menyebut, Kota Bogor di bagian tengahnya ada Kebun Raya menjadi heritage atau warisan sejarah dan tidak boleh diubah. Sehingga, pembangunan baru dilakukan di kawasan lain yang potensial.

Dia menambahkan, di Jalan Suryakencana ada perkampungan pecinan serta di Kelurahan Empang ada Kampung Arab. ”Kawasan ini bisa menjadi obyek wisata baru. Generasi muda ingin kota Bogor berubah,” tutur Syarifah Sofiah.

Menurut dia, Kota Bogor sudah mendapatkan julukan Heritage City, Smart City, Green City, City of Runner, kota ramah keluarga, serta yang terbaru Science City. ”Julukan-julukan tersebut bisa menjadi potensi ekonomi kreatif untuk dikembangkan. Pada situasi Covid-19 saat ini. Meskipun tidak banyak yang bisa dilakukan, harus dipersiapkan dari sekarang,” ucap Syarifah Sofiah.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads