alexametrics

Penyuntikan Vaksin Covid-19 Perlu Prioritas karena Terbatas

18 Oktober 2020, 06:58:18 WIB

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Kota Bogor menyatakan adanya prioritas pemberian imunisasi vaksin Covid-19 karena jumlah vaksinnya terbatas. Sehingga, penerimanya dipilih diutamakan untuk yang lebih membutuhkan.

”Informasi dari pemerintah pusat vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada Pemerintah Kota Bogor sekitar 20 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 200.000 vaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno seperti dilansir dari Antara di Kota Bogor.

Menurut Sri Nowo Retno, karena jumlahnya terbatas itu sehingga harus dipilih siapa penerima yang lebih membutuhkan untuk mendapat prioritas.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut, ada tiga kelompok prioritas penerima imunisasi vaksin Covid-19 di Kota Bogor. Yakni tenaga kesehatan, orang yang bekerja di sektor pelayanan publik, serta orang yang berisiko tinggi terpapar Covid-19.

”Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan Puskesmas Tanah Sareal untuk tempat pemberian imunisasi vaksin Covid-19,” kata Bima Arya Sugiarto.

Menurut Bima Arya, pemerintah pusat memperkirakan pemberian imunisasi Covid-19 sudah bisa dilakukan di Bogor pada November. Berdasar arahan, Menko Luhut B. Panjaitan menyebut, vaksin Covid-19 bisa diberikan kepada sekitar 20 persen warga Kota Bogor atau sekitar 20.000 orang.

”Pemerintah Kota Bogor, terus mematangkan rencana pemberian vaksin Covid-19 tersebut,” kata Bima Arya.

Pemberian imunisasi vaksin Covid-19 itu, kata dia, prioritasnya kepada, tenaga kesehatan yang banyak bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19, kemudian orang yang bekerja di sektor pelayanan publik terutama aparat sipil negara (ASN), dan orang yang berisiko tinggi terpapar Covid-19.

”Data sasaran penerima imunisasi vaksin Covid-19, segera diusulkan untuk disampaikan kepada Presiden Joko Widodo melalui Gubernur Jawa Barat,” ujar Bima Arya.

Pemerintah Kota Bogor sudah melakukan simulasi uji coba pemberian vaksin Covid-19 di Puskesmas Tanah Sareal pada Minggu (4/10). Uji coba tersebut, untuk kesiapan tenaga kesehatan (nakes), sistem alur vaksinasi, kondisi emergency pasca vaksinasi, serta protokol kesehatannya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads