alexametrics

Segudang Kegiatan Diberikan Kepada 5.000 Anggota Jumbara

18 Oktober 2019, 23:11:50 WIB

JawaPos.com – Selama lima hari, 5.000 peserta Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Provinsi DKI Jakarta, berkemah di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur. Selama berkemah berbagai kegiatan diberikan kepada para anggota PMR tersebut. Bahkan, padanya kegiatan membuat para anggota PMR ini punya waktu untuk bermain Handphone. Setiap harinya, waktu mereka habis untuk kegiatan.

Pantauan dilokasi, terlihat para anggota PMR dari masing-masing kontingen membentuk kelompok. Mereka nampak serius mendengarkan arahan dari kakak pembina. Masing-masing kelompok berbeda kegiatan. Saat itu terdapat berbagai kegiatan seperti Latgab 7 materi Palang Merah Remaja, Traveling 7 materi Palang Merah Remaja, Workshop Explorasi Hukum Humaniter, dan lainnya.

Kepala Markas DKI Jakarta, Erna Cahyani mengatakan, Jumbara kali ini lebih berbeda dibanding tahun sebelumnya. Perbedaan itu adalah ada beberapa peningkatan dari sisi skill PMR. Dimana terdapat kegiatan seperti kunjungan ke eksternal. Kemudian anggota PMR juga diajarkan tentang penanggulangan bencana serta menggunakan media sosial yang baik.

“Kita berikan materi-materi berkaitan dengan bencana. Dimana di DKI ada BMKG dan BPBD yang berkaitan dengan PMR. Kita juga membuat terobosan dengan membuka kelas Internasional. Saya harap dari 5000 ini tidak ada anggota PMR yang tidak mengikuti kegiatan ini, “kata Erna, Jumat (18/10).

Erna menuturkan, saat ini banyak kalangan muda yang aktif di media sosial. Mereka berlomba-lomba membuat video dan di upload di media sosial seperti Facebook, Instagram dan lainnya. Untuk itu, Jumbara kali terdapat kegiatan yang materinya mengajarkan bagaimana bersosial media yang baik.

“Jadi kita buat lomba Vlog, bikin video. Tapi kontennya tentang PMR, bagaimana memberikan pertolongan pertama dan lainnya,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Erna berharap para anggota PMR dapat mempraktekannya di sekolah masing-masing. Ia melihat, implementasi mereka pada saat siaga bencana atau di di saat memberikan pertolongan pertama. Karena pada saat upacara mereka pasti pertolongan pertama sangat dibutuhkan.

Kemudian, lanjut Erna, ada salah satu tentang pendidikan remaja sebaya atau remaja sehat. “Bagaimana sih cara bergaul yang bagus, berpacaran yang sehat yang kekinian seperti apa. Tapi aman dan itu tidak melanggar kaidah dan norma yang ada. Saya pikir harapannya ke MPR bisa menjadi leader bagi teman-temannya yang tidak mengikuti di PMR,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bidang PMR dan Relawan, Herman menambahkan, kegiatan lainnya yakni implentasi ke sekolah yang telah ditunjuk. Disekolah tersebut mereka akan mengajarkan soal pertolongan pertama, kesiapaiagaan bencana, kepemimpinan, donor darah dan lainnya. “Jadi per masing-masing tingkatan ada 72 anggota. Disini lan ada tiga tingkatan seperti Mula, Madya dan Wira,” terangnya.

Herman berharap generasi muda lebih peka terhadap nilai kemanusiaan, lebih berempati terhadap sesama. Sebab, menanam nilai-nilai itu tidak bisa instan.” “Berharap dari generasi muda, kedepan punya calon-calon penerus bangsa yang lebih peduli tentang kemanusiaan, keberagaman, dan kesamaan,” tutupnya.

Editor : Bintang Pradewo



Close Ads