alexametrics

Kontrak Kerja Diteken, Pembangunan MRT Fase 2A Segera Dimulai

18 Februari 2020, 08:52:49 WIB

JawaPos.com – PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan penandatanganan Paket Kontrak Kerja dengan Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV) terkait Design and Build Underground Section MRT Jakarta Project Phase 2 – Contract Package 201 (CP 201). Ini merupakan kelanjutan pembangunan Fase Utara Selatan MRT Jakarta.

Pada pembangunan mendatang, jalur MRT akan dibuat di bawah tanah sepanjang 2,8 km, menghubungkan antara Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Harmoni. Penandatanganan kontrak kerja dilakukan oleh Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Silvia Halim; dan pihak Shimizu-Adhi Karya JV (SAJV), Yutaka Okumura, di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (17/2).

Penandatanganan ini disaksikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan; Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Masafumi Ishii; Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar; JICA Chief Representative untuk Republik Indonesia, Yamanaka Shinichi; dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Budi Harto.

Usai kontrak kerja diteken, proyek CP 201 sebagai simbol dimulainya proses MRT Fase 2A. Diharapkan proyek ini akan selesai tepat waktu sesuai perencanaan. “Hari ini kita menyaksikan penandatanganan kontrak awal dari terwujudnya jalur MRT Fase 2A dan ini panjangnya 5,8 km, dikerjakan selama 58 bulan, yang dikerjakan di fase ini 2,8 km. InsyaAllah nanti tuntas di akhir 2024,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

MRT Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Dia menuturkan, adanya proyek ini, diharapkan diiringi oleh rekayasan lalu lintas yang baik. Supaya kegaiatan masyarakat tidak terganggu.

Anies pun, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta jajaran Pemerintah Pusat atas kolaborasi yang intensif untuk mewujudkan pelaksanaan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A. “Sebagian dari langkah yang harus dilakukan untuk fase 2A ini membutuhkan kolaborasi yang amat intensif dengan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii antuasias terhadap pembangunan MRT Fase 2. Selama ini kerjasama Indonesia-Jepang sudah berjalan baik. Dan diharapkan akan terus berkesinambungan. “24 maret 2019 kita telah mengukir sejarah, meresmikan MRT Fase 1 MRT Jakarta lambang persahabatan Indonesia-Jepang,” ucao Masafumi.

Sedangkan menurur, Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, dalam pembangunan Fase 2 ini, MRT akan mengedepankan keamanan warga Jakarta. Terlebih lokasi proyek berada di ring area 1, atau di pusat pemerintahan.

“Sehubungan dengan hal tersebut, MRT Jakarta akan menggunakan sistem perencanaan pembangunan dengan sistem pengamanan tinggi khususnya pada saat pengerjaan konstruksi dan di Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas,” kata William.

Untuk diketahui, Pembangunan MRT Fase 2A ini dimulai dari stasiun eksisting Bundaran HI menuju ke Stasiun Kota, dengan jalur sepanjang total 6 km, terdiri dari 7 stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.

Pada fitur kontrak pekerjaan MRT Jakarta Fase 2A, terdapat 3 paket kontrak sipil yang akan dilakukan, terdiri dari paket kontrak CP 201, CP 202 dan CP 203. Periode konstruksi dimulai dari paket CP 201 yang akan dimulai pada Maret 2020 dan akan berlangsung kurang lebih selama 58 bulan dengan target selesai pada Desember 2024. Sedangkan paket pekerjaan CP 202 dan CP 203 direncanakan mulai dibangun pada September 2020.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads