alexametrics

Ikut Interogasi Ninoy Karundeng, Dokter Insani Ditetapkan Tersangka

17 Oktober 2019, 17:26:32 WIB

JawaPos.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya membenarkan telah menetapkan dokter Insani Zulfah Hayati sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap pegiat media sosial, sekaligus relawan Joko Widodo (Jokowi), Ninoy Karundeng. Dia diketahui berada di Masjid Al Falah Pejompongan saat kejadian penganiayaan terjadi.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, Insani memang bertugas sebagai dokter saat kerusuhan terjadi. Namun, dia tidak menjalankan tugasnya sebagai tenaga medis.

“Sebagai seorang tenaga medis dia tidak ada upaya membantu seseorang yang sudah babak belur dianiaya banyak orang, padahal korban (Ninoy) dalam keadaan butuh dukungan medis,” kata Suyudi saat dikonfirmasi, Kamis (17/10).

Suyudi menuturkan, Insani diduga ikut melakukan interogasi kepada Ninoy beserta suaminya, Shairil Anwar. Shairil juga menjadi orang yang mengajak Insani untuk menjadi tenaga medis dalam rangka memberikan pengobatan kepada korban demo.

Saat ini, Shairil sudah dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “(Insani) membiarkan (penganiayaan) malah ikut-ikut mengintrogasi dengan suaminya yang sama-sama tenaga medis,” jelas Suyudi.

Sebagai seorang dokter, Insani juga sampai dengan saat ini belum bekerja di rumah sakit manapun. Sehari-hari dia menjalankan praktik dokter freelance di kediamannya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya kembali menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan pegiat media sosial Ninoy Karundeng. Kali ini seorang dokter bernama Insani Zulfah Hayati telah ditahan akibat kasus tersebut. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Gufron selaku pengacara Insani.

“Iya, Insani sudah ditahan di rutan Polda Metro Jaya. Dia ditangkap dalam kasus laporan Ninoy Karundeng yang mengaku dianiaya dan disekap,” kata Gufron saat dikonfirmasi, Rabu (16/10).

Meski begitu, Gufron membantah kliennya terlibat dalam dugaan penganiayaan ini. Sebab dia hanya menjadi tim medis saat penganiayaan terhadap Ninoy terjadi. “Dokter Insani merasa tidak pernah melakukan kekerasan fisik dan psikis, apalagi menyekap Ninoy Karundeng,” imbuhnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads