alexametrics

Waspada, Dinkes Ungkap Puncak Kasus DBD Bogor Bergeser

17 Mei 2022, 11:38:05 WIB

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Kota Bogor mengungkapkan, data puncak kasus demam berdarah dengue (DBD) bergeser dari dua tahun sebelumnya. Pada 2019–2020 mencapai angka tertinggi pada awal tahun, Januari–Februari dan pada 2021 menjadi akhir tahun.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena memberikan tiga data pembanding dari 2019, 2020, dan 2021, yang menunjukkan grafik tertinggi berada di Desember pada 2021.

”Penyebabnya mengapa tinggi di bulan itu, pasti karena banyak genangan akibat curah hujan yang tinggi belum optimal dibersihkan masyarakat,” kata Erna seperti dilansir dari Antara di Bogor, Selasa (17/5).

Menurut Erna, untuk mengurangi jumlah kasus penderita DBD hanya dengan pencegahan yang baik dari masyarakat soal kebersihan lingkungan. Dari data Dinas Kesehatan Kota Bogor, pada Januari 2019 terdapat 152 orang pasien DBD dan Februari 157 orang pasien, kemudian terus menurun hingga Desember.

Pada 2020 saat isu pandemi Covid-19 mulai jadi kewaspadaan semua negara, jumlah pasien BDB pun menurun drastis hanya 48 orang pasien pada Januari dan 64 orang pada Februari. Di Indonesia, sejumlah kebijakan pandemi Covid-19 mulai terasa pada Februari 2020, sehingga masyarakat tidak banyak beraktivitas di luar rumah.

Namun, lanjut dia, data Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukkan, jumlah pasien DBD justru sedikit pada awal 2021 yakni hanya 13 orang pasien pada Januari dan tujuh orang pasien pada Februari.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: