alexametrics

Heru Budi Hartono Disebut Akan Jadi Pj Gubernur DKI Gantikan Anies

17 Januari 2022, 11:19:40 WIB

JawaPos.com – Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono digadang-gadang menjadi Penjabat (Pj) untuk menggantikan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebab masa jabatan Anies Baswedan dan wakilnya, Ahmad Riza Patria, akan habis pada Oktober 2022 mendatang.

Setelah masa jabatannya habis, posisi gubernur akan diisi oleh Pj yang dipilih melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kemudian diusulkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saat dikonfirmasi, Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menilai Heru adalah sosok yang sangat mengenal DKI Jakarta. Kriteria semacam itu, kata dia, diperlukan bagi seorang Pj di DKI Jakarta, mengingat masa menjabatnya akan cukup lama, yakni sejak Oktober 2022 hingga 2024.

“Kalau secara pribadi, Pak Heru baik, penguasaan persoalan Jakarta saya kira oke. tapi apakah pilihan jatuh kepada Pak Heru? kan kita enggak tahu,” ujar Gembong kepada wartawan, Senin (17/1).

Namun, Gembong belum bisa memastikan apakah Heru menjadi calon kuat Pj DKI Jakarta. Karena itu semua nantinya diserahkan kepada Presiden Jokowi. “Soal sosok tentunya presiden lebih memahami,” katanya.

Penasihat Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik juga mengaku setuju apabila Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjabat sebagai Pj Gubernur DKI.

Menurutnya, Heru merupakan sosok tepat mengisi jabatan tersebut. Menurut Taufik, Heru memiliki pengalaman bekerja di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI. Taufik menyatakan, dengan pengalamannya itu, Heru dinilai akan mampu memetakan permasalahan di ibu kota.

“Setuju, orang dia paham. Dia kan di Pemda DKI dari bawah, saya paham banget dia. Dari bawah, jadi wali kota, saya paham betul sepak terjangnya Pak Heru,” kata Taufik.

Sementara, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco juga mengaku setuju apabila Jokowi menunjuk Heru sebagai pengganti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang akan rampung jabatannya pada 16 Oktober 2022.

Menurut dia, dilihat dari syarat dan karakter pemimpin yang layak mengisi jabatan tersebut ada di sosok Heru. “Kalau bicara Pak Heru, yang pasti satu, ASN-nya masuk (memenuhi syarat). Kedua, dia pernah menjabat sebagai pejabat di lingkungan Pemprov DKI,” ujar Basri.

Saat dikonfirmasi, Heru memberikan tanggapan soal dirinya yang disebut-sebut akan menjadi calon Pj Gubernur DKI Jakarta usai masa jabatan Anies Baswedan berakhir. Menurut Heru masih banyak calon-calon yang lebih pantas darinya.

“Masa jabatan gubernur DKI masih (sampai) akhir 2022. Masih lama. Tentunya banyak calon-calon yang mungkin lebih pantas. Biasanya dari pejabat Kementrian Dalam Negri (Kemendagri),” katanya.

Adapun saat di Jakarta, Heru pernah mengusulkan larangan penggunaan kendaraan pribadi setiap Jumat pekan pertama untuk seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI. Atas usulan itu, Jokowi menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Nomor 150 Tahun 2013 tentang Penggunaan Kendaraan Umum Bagi Pejabat Dan Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada 30 Desember 2013.

Selanjutnya pegawai Pemprov DKI dilarang menggunakan kendaraan pribadi setiap Jum Ingub ini ditujukan kepada seluruh jajaran pemerintah DKI agar tidak menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil atau motor, ketika bertugas ke tempat kerja setiap Jumat pekan pertama.

Ketika Heru menjabat Kepala BPKAD, Gubernur DKI Ahok menghentikan operasional bus jemputan untuk pegawai negeri sipil (PNS) Ibu Kota. Mulai 25 Januari 2016, PNS DKI tak bisa lagi menggunakan fasilitas bus tersebut.

Heru juga sempat digandeng Ahok menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017. Saat itu, keduanya berencana maju lewat jalur independen. Namun, dalam perjalanan selanjutnya, Ahok memutuskan maju bersama Djarot Syaiful Hidayat dengan dukungan partai politik.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads