alexametrics

Antisipasi Polres Jaksel Cegah Pelajar Ikut Unjuk Rasa

16 Oktober 2020, 15:06:30 WIB

JawaPos.com – Dalam aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja, Polrestro Jakarta Selatan menjaring ratusan pelajar yang masih duduk di bangku SMA serta SMP. Banyaknya pelajar yang terlibat membuat Polrestro Jakarta Selatan, mengambil inisiatif dengan menggandeng Suku Dinas (Sudin) pendidikan.

“Kami mengundang Kasudin Pendidikan Jaksel bersama perwakilan beberapa Kepsek SMA SMP. Kita berdiskusi tentang keterlibatan adik-adik kita yang ikut dalam kegiatan demo,” kata Wakapolres Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus Rahmanto, Jumat (16/10).

Dikatakan Agus, sejak awal aksi unjuk rasa pihaknya telah mengamankan sebanyak 288 pelajar. Pihaknya telah melakukan rapid test terhadap ratusan pelajar. “Ada 288 pelajar kita amankan sejak awal aksi unjuk rasa. Dari jumlah itu sebanyak 57 merupakan pelajar dari wilayah Jakarta Selatan. Sisanya dari wilayah lain seperti Bekasi, Jaktim, serta Bogor,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Agus, pihaknya menggandeng Sudin Pendidikan serta Kepsek untuk mencegah para pelajar ikut unjuk rasa. Agus menilai para pelajar yang ikut unjuk rasa tidak tau menau apa yang mereka tuntut. “Jadi mereka ini bisa dibilang dimanfaatkan, di iming imingi mau dikasih. Tapi mereka tidak tau siapa orangnya,” jelasnya.

“Kami harap ke depan kerja sama lebih ditingkatkan. Misal H-1 sebelum demo kita akan beritahu Sudin. Nah dari Sudin akan beritahu ke sekolah sampe ke orangtua untuk memberikan tugas siswanya diberikan absen dari pagi, siang sampai sore,” imbuhnya.

Agus menegaskan, pihaknya hanya melakukan pencegahan. Artinya meski pelajar tersebut tertangkap 2 sampai 3 kali tidak akan di pidana. Ia menyebut, pelajar itu hanya perlu perhatian khusus dan akan dilakukan langkah-langkah selanjutnya dari Sudin Pendidikan.

“Oh tidak, semua yang adik adik kita amankan itu belum ada pidana, karena ini kan mencegah. Berbeda kalau tertangkap tangan saat dia melakukan pemukulan atau perusakan, nah itu sudah pidana. Makanya kita lebih ke arah pencegahan,” tuturnya.

Sementara, Kasudin Pendidikan 1 Jakarta Selatan, Joko Sugiarto menambahkan, pihaknya tidak akan mencabut KJP para siswa yang tertangkap hendak ikut unjuk rasa. “Tidak ada pencabutan KJP. Ini bersifat pencegahan jadi tidak sampai ke arah sana,” tutupnya.

Editor : Bintang Pradewo




Close Ads