alexametrics

Klaim Keberhasilan Anies Wujudkan Wajah Baru Jakarta Lewat 13 Program

16 Oktober 2019, 15:30:37 WIB

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan genap menjabat selama 2 tahun, terhitung sejak hari ini, Rabu (16/10). dalam konsep kepemimpinannya, dia mengusung tema Wajah Baru Jakarta yang Maju Kotanya dan Bahagia Warganya. Tema tersebut dinilai sejalan dengan konsep City 4.0, dengan prinsip utama Pemerintah menjadi kolaborator dan warga menjadi ko-kreator.

Untuk mewujudkan Wajah Baru Jakarta ini, Anies mengklaim ada 13 program unggulan Pemprov DKI Jakarta yang sudah berjalan selama dua tahun kepemimpinannya. Program unggulan itu adalah penataan trotoar, integrasi transportasi, pembangunan taman kota, pengadaan rumah DP 0 Rupiah, pembagian kartu kesejahteraan, distribusi pangan murah, perlindungan perempuan dan anak, beragam Pagelaran bergengsi di Jakarta, program makanan tambahan untuk anak sekolah, perluasan penerima manfaat penggratisan pajak bumi dan bangunan, pengaspalan jalan kampung, aksesibilitas Pulau Seribu hingga hibah untuk Guru PAUD.

1. Penataan Trotoar

Dalam hal penataan trotoar, selama dua tahun berjalan Pemprov DKI Jakarta sudah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 kilomoter. Angka ini akan bertambah karena di tahun 2020, Pemprov sudah menargetkan penambahan revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer. Penataan trotoar juga akan dilengkapi berbagai fasilitas, yakni bidang miring dan ubin pemandu, lift untuk ibu hamil, lansia dan penyandang disabilitas, fasilitas keamanan berupa CCTV dan satpol PP, hingga pelican crossing. Trotoar ini juga terintegrasi dengan bus Transjakarta, MRT serta LRT. Sementara itu koridor Sudirman – Thamrin sudah dilengkapi way finding.

Salah satu transformasi gagasan mengenai revitalisasi trotoar di Jakarta adalah menjadikan pejalan kaki sebagai arus utama (mainstream). Anies menyebut, kaki adalah alat transportasi yang dimiliki hampir semua warga Jakarta. “Setelah pejalan kaki, kendaraan bebas emisi (sepeda dan kendaraan listrik), diikuti kendaraan umum serta kendaraan pribadi,” kata Anies.

2. Transportasi

Di bidang transportasi, Pemprov DKI Jakarta serius melakukan penyempurnaan atas integrasi antarmoda. Hal ini digambarkan dengan peningkatan jumlah rute Transjakarta, dari 109 pada 2017 bertambah menjadi 220 rute pada 2019. Jumlah armada juga bertambah dari 2.380 pada 2017, menjadi 3.548 armada pada 2019.

Anies juga mengintegrasikan moda transportasi di Jakarta melalui program Jak Lingko, yang tersambung dengan dengan MRT dan LRT. Selama uji publik 11 Juni – 13 Oktober 2019, LRT telah melayani 798.000 penumpang.

Dengan langkah penyempurnaan ini, penggunaan transportasi umum meningkat pesat, di mana dalam dua tahun terakhir, jumlah penumpang Transjakarta naik hampir dua kali lipat ke kisaran 640.000 orang per hari. Sebagai perbandingan, sejak program ini dimulai pada tahun 2004 hingga 2017 jumlah rata-rata penumpang harian hanya ada di kisaran 300.000 penumpang per hari.

“Pengelolaannya pun diubah. Kalau dulu, bus-bus itu milik DKI, sekarang kita kerjakan itu sebagai milik pihak ketiga. Jadi DKI membeli jasa, dibayar per kilo meter. Sehingga perawatan, kemudian pengelolaan, kita tidak menjadi aset kita lagi. Tapi sudah pihak ketiga,” ucap Anies.

3. Taman Kota

Pemprov DKI kemudian melengkapi fasilitas trotoar dan integrasi transportasi dengan keberadaan taman kota. ada 60 Taman Maju Bersama (TMB) sejak tahun 2017 sampai tahun 2019, dengan target 200 Taman Maju Bersama hingga tahun 2022 yang sudah dicanangkan. Adapun prinsip dari TMB ini adalah kolaboratif, ramah anak dan multifungsi. Taman-taman yang tersebar di berbagai daerah di Jakarta ini juga menyediakan berbagai macam fasilitas, seperti lapangan olahraga, lapangan multifungsi, gedung serbaguna, gazebo, zona Apotik hidup, area senam hingga jogging track.

“Taman Maju Bersama merupakan dari Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang telah ada. Pembangunan masing-masing Taman Maju Bersama disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Tidak ada kriteria khusus lokasi dalam membangun Taman Maju Bersama. Terpenting tujuan utama dibangunnya taman ini untuk menambah RTH sebagai tempat berinteraksi warga,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati.

4. Rumah DP 0 Rupiah

Dalam hal pengadaan rumah layak dan terjangkau, pada tahun 2019 rumah DP 0 Rupiah di Nuansa Pondok Kelapa selesai dibangun dengan jumlah sebanyak 780 unit. Dengan kisaran harga cicilan 1.1 – 2.2 juta rupiah per bulan selama 20 tahun, warga sudah bisa mendapatkan rumah untuk tipe studio, 1 kamar maupun 2 kamar. Fasilitas yang tersedia di Rumah DP 0 Rupiah ini juga terbilang lengkap, terdiri dari lift, taman, ruang ibadah, ruang terbuka, parkir penghuni dan layanan bus Transjakarta. Seiring dengan tingginya antusiasme warga, maka rencana lokasi hunian layak selanjutnya akan berada di daerah Cilangkap Jakarta Timur.

Program DP 0 Rupiah tidak hanya program penyediaan hunian secara fisik, tetapi juga menyediakan rumah terjangkau melalui skema pembiayaan. “Jadi program ini bukan sekadar menyediakan rumah hari ini. Bukan sekadar memberikan akses pembiayaan hari ini. Program ini adalah dalam jangka panjang, membereskan ketimpangan yang ada di DKI Jakarta ini,” kata Anies.

5. KJP

Pemprov DKI Jakarta memperkenalkan enam jenis Kartu Kesejahteraan dalam dua tahun terakhir. Pertama, adalah Kartu Jakarta Pintar ( KJP ) Plus yang memberikan dana pendidikan sebesar Rp.250.000 – Rp.450.000 per bulan, sesuai jenjang pendidikan. Progam ini telah diterima oleh 860.397 siswa di tahun 2019. Kedua, adalah Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul ( KJMU ) yang memberi dana pendidikan bagi mahasiswa sebesar Rp 9 juta/semester. Para penerima kartu ini terdiri dari 5.061 mahasiswa di 90 PTN.

Ketiga adalah Kartu Pekerja Jakarta ( KPJ ) yang memberikan manfaat untuk naik bus Transjakarta gratis, mendapat pangan bersubsidi, jadi peserta JakGrosir, dan anak pemilik KPJ otomotis memperoleh KJP Plus. Adapun penerima kartu ini per tahun 2019 adalah 17.934 pekerja. Keempat adalah Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta ( KPDJ ) yang memberikan manfaat finansial sebesar Rp 300 ribu/bulan dan telah diterima oleh 7.137 orang. Kelima adalah Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ) yang memberikan manfaat finansial sebesar Rp 600 ribu/bulan dan telah diterima oleh 40.419 lansia per tahun 2019.

6. Sembako Murah

Dalam bidang pangan murah, pemegang kartu bantuan sosial DKI bisa mendapatkan panganan senilai Rp 350 ribu di pasar dengan hanya membayar sebesar Rp 126 ribu. Untuk program ini, distribusinya juga telah diperluas di beberapa lokasi, seperti toko perkulakan, pasar, RPTRA dan rusun. Adapun produk pangan yang disubsidi berupa beras Rp 30 ribu/5 kilogram, daging sapi Rp 35 ribu/kilogram, telur ayam Rp 10 ribu/tray, daging ayam Rp 8 ribu/ekor, ikan kembung Rp 13 ribu/kilogram, susu Rp 30 ribu/karton (isi 24 pak @200 mililiter).

7. Rumah Aman untuk Perempuan dan Anak

Sedangkan dari aspek melindungi perempuan dan anak, Pemprov DKI mendirikan Fasilitas Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak yang terdiri dari empat Rumah Aman, 19 Pos Pengaduan, aplikasi Jakarta Aman Siaga 112 yang bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, Unit Reaksi Cepat 24 Jam dan delapan Pusat Pelayanan Terpadu/PPT gratis. Usaha Pemprov DKI ini telah menghasilkan penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, sebesar lebih dari 50 persen pada tahun 2019. Dengan pencapaian ini, di tahun yang sama, Pemprov DKI Jakarta meraih predikat Kota Layak Anak dari Lembaga Internasional Save the Children untuk pertama kalinya.

Anies berharap publik juga berperan dalam proses pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Kita perlu memperluas ini ke seluruh masyarakat. Bayangkan, Ibu kita, anak kita, itu saudara kita (jadi korban). Ini soal tanggung jawab kemanusian,” imbuhnya.

8. Makanan Tambahan Untuk Anak Sekolah

Untuk meningkatan gizi anak-anak, Pemprov DKI Jakarta memiliki program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) yang diluncurkan pada tahun 2018, dengan jumlah jangkauan 144.223 anak di 456 sekolah di seluruh Jakarta. Adapun harga paket makanan senilai Rp 10.890 per anak, dan diberikan setiap hari di sekolah. Ada 29 varian menu yang disediakan oleh program PMTAS ini, di antaranya adalah roti, susu UHT, onde-onde, bubur kacang hijau, puding buah, buah-buahan, martabak telur dan omelet telur daging. Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan komite sekolah dan memberdayakan pedagang setempat untuk menjadi penyedia paket makanan tambahan anak sekolah. Adapun anggaran untuk PMTAS di tahun 2019 adalah senilai Rp 324 Miliar.

9. Hibah Guru Paud

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan seluruh warganya, termasuk guru pendidikan usia dini (PAUD). Karena itu, Pemprov DKI kemudian menyalurkan Dana Hibah Guru PAUD yang disalurkan melalui Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi). Sampai bulan September 2019, sudah 5.702 guru yang menerima dana hibah dengan besaran Rp. 500 ribu per orang setiap sekali dalam sebulan. Pemprov DKI Jakarta juga telah menganggarkan Rp 40,3 miliar di APBD-Perubahan.

10. Menggratiskan PBB

Dalam hal Penggratisan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pemprov DKI Jakarta memiliki program untuk membebaskan pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi guru, pensiunan ASN, pensiunan TNI/Polri, pahlawan kemerdekaan dan mantan Presiden/Wakil Presiden. Hingga bulan September 2019 sudah ada 19.929 objek pajak yang digratiskan PBB-nya dengan nilai R 180,4 miliar. Adapun program pembebasan PBB ini berlaku sampai 2 generasi di bawahnya, sedangkan untuk pahlawan serta penerima bintang tanda jasa dari Presiden, berlaku hingga 3 generasi di bawahnya.

11. Pengaspalan Jalan Kampung

Pemerataan dan revitalisasi fasilitas, juga menjangkau wilayah kampung, lewat program Pengaspalan Jalan Kampung. Ada beberapa pengaspalan yang dilakukan di banyak kampung yang dilengkapi dengan penambahan titik penerangan jalan umum (PJU) dengan tujuan untuk meningkatkan kelayakan infrastruktur di kampung-kampung Jakarta.

12. Kapal Cepat antar Pulau

Sementara itu, untuk meningkatkan aksesibilitas Kepulauan Seribu, dalam dua tahun ini Pemprov DKI Jakarta telah menambah armada kapal antarpulau sejumlah enam unit kapal cepat fiber speedboat dengan rute utama:
1. Muara Angke – Untung Jawa – Lancang (PP) – tidung 2 kali sehari
2. Muara Angke – Pari – Pramuka (PP) 2 kali sehari
3. Muara Angke – Kelapa – Sabira (PP) 1 kali sehari dengan, dengan tarif Rp.40.000 – 70.000

Adapun kapal milik Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta ini juga memiliki beberapa fasilitas, yakni toilet, TV, AC dan kursi yang sesuai tiket pemesanan dan safety yang lebih baik, serta akses disabilitas (kursi roda 2 unit) Dengan adanya penambahan armada di Kepulauan Seribu ini, akses antarpulau semakin mudah. Sebagai contoh, perjalanan dari Pulau Sebira ke Jakarta Utara yang biasanya dijangkau dalam 8 jam, saat ini perjalanannya bisa dipangkas menjadi 2,5 jam.

13. Beragam Pagelaran Menarik

Selain membangun sarana dan prasarana fisik, untuk menjadikan Jakarta sebagai kota modern dan berkarakter sesuai konsep City 4.0, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar beragam Pagelaran dan kebudayaan, di antaranya adalah:
1. JIPFEST, Jakarta International Photo Festival yang digelar untuk pertama kalinya.
2. Jakarta International Folklore Festival 2019. Pagelaran 22 budaya nusantara dan 7 budaya internasional.
3. Musik Tepi Barat. Band musik yang tampil di beberapa lokasi Jalan Sudirman dan Thamrin.
4. Konser Akbar Monas. Konser kolaborasi seni di ruang terbuka publik pertama di Jakarta.
5. Jakarta Muharram Festival. Peringatan tahun baru Islam pertama, dengan 1.000 pawai obor elektrik.
6. Dapur Qurban DKI. Berbagi hidangan daging olahan siap santap dari chef hotel berbintang, untuk warga pra sejahtera.
7. Seni Mural. Lukisan mural yang menunjukkan Wajah Baru Jakarta.

Jakarta juga akan menjadi tuan rumah Jakarta E-Prix yang merupakan pagelaran Formula E di tahun 2020. Gelaran ini telah diumumkan secara resmi oleh Anies bersama petinggi Formula E beberapa waktu lalu. Area sekitar Monas rencananya akan disulap menjadi sirkuit. Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga telah menyusun rencanya dalam hal pembangunan sarana dan prasarana guna menopang ajang internasional ini.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads