alexametrics

6.800 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal PSBB Jakarta

16 September 2020, 08:41:08 WIB

JawaPos.com – TNI-Polri dan pemerintah daerah sudah menyebar anggotanya untuk memantau penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Total ada 6.800 personel gabungan yang diterjunkan. Selain di Jakarta, petugas juga disebar ke daerah penyangga seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi.

“Total personel gabungan yang diterjunkan sebanyak 6.800 personel,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (16/9).

Yusri menjelaskan, 6.800 personel terdiri dari unsur TNI-Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan. “700 dari pemda, 50 jaksa, 50 pengadilan, 300 TNI dan 300 Polri,” jelasnya.

Yusri menuturkan, hasil rapat koordinasi dengan instansi terkait disepakati bahwa akan dibentuk satgas berskala kecil untuk memantau penerapan protokol kesehatan. Satga ini akan melakukan sidak secara rutin di lokasi rawan keramaian.

“Hasil rapat kemarin kita membentuk satgas-satgas baik di tingkat provinsi isinya sama, TNI-Polri, pemda, kejaksaan, satuan tugas untuk melakukan Yustisi penindakan masyarakat dasarnya Pergub 79 tentang disiplin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menarik PSBB masa transisi. PSBB akan dikembalikan layaknya saat pertama kali diterapkan dengan sistem pembatasan secara tetap. Keputusan ini tak lepas dari kondisi Covid-19 di Jakarta yang masih terus meninggi. Sampai dengan Rabu (9/9), kasus konfirmas positif di Jakarta berjumlah 49.837. Dengan rata-rata penambahan setiap hari sekitar seribu kasus dalam 2 pekan terakhir.

“Situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat. Maka dengan kedaruratan ini tidak banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin,” kata Anies di Balai Kota Jakarta.

Selain jumlah kasus positif yang terus melonjak, pertimbangan PSBB kembali diketatkan yakni karena angka kematian dalam 2 pekan terakhir juga ikut meningkat. Selain itu, ketersediaan ruang ICU untuk pasien Covid-19 juga terus menipis.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan




Close Ads