alexametrics

HET Migor Diserahkan Pasar, Food Station Tjipinang Batal Operasi Pasar

16 Maret 2022, 18:40:25 WIB

JawaPos.com – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya batal melakukan operasi pasar minyak goreng setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan aturan terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng.

’’Hari ini kami mendapatkan kabar bahwa Kemendag menyatakan akan ada harga eceran tertinggi baru. Sementara kami tidak melakukan operasi pasar sampai waktu yg ditentukan,” kata Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo kepada JawaPos.com, Rabu (16/3).

Pamrihadi mengungkapkan, saat ini pasokan minyak goreng sudah beredar kembali di masyarakat. Kondisi stok terlihat sudah mulai stabil dan penuh di rak-rak toko baik di pasar tradisional maupun supermarket. “Kondisi sudah muai stabil di disuplai sudah mulai penuh,” ucapnya.

Pihaknya sendiri, kata Pamrihadi, menjual harga mintak goreng curah seharga Rp 14.000 per liter. Sementara, minyak goreng kemasan akan dijual mengukuti harga pasar. “Kami lihat di pasar sudah banjir ya. Jadi peran kami sebagai BUMD untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta sudah tidak ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, perseroan berencana akan melakukan operasi pasar minyak goreng masyarakat. Perseroan tadinya akan mendistribusikan sebanyak 40.000 liter minyak goreng curah melalui operasi pasar. “Alhamdulillah Food Station sampai saat ini kami punya stok, dan stok ini kami distribusikan ke warga masyarakat yang membutuhkan dalam operasi pasar,” di Jakarta, Rabu (16/3).

Pamrihadi mengungkapkan, bahwa pihaknya mendistribusikan sekitar 1.000 hingga 2.000 liter minyak goreng curah untuk sekali operasi pasar. Perseroan menjual minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan Kementerian Perdagangan seharga Rp 14.000 per liter.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini: