alexametrics
Kasus Kecelakaan Skuter Listrik

Pastikan Tabrak Lari Atau Bukan, Polisi Akan Konfrontasi Saksi

15 November 2019, 11:27:25 WIB

JawaPos.com – Kasus kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil jenis sedan dengan pengguna GrabWheels menjadi perdebatan. Sebab ada perbedaan keterangan antara pihak kepolisian dengan korban. Polisi menganggap peristiwa itu bukan tabrak lari, sedangkan hal itu dibantah oleh korban selamat.

Terkait itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan akan mengkonfrontasi keterangan dari para saksi guna memastikan kecelakaan ini tergolong tabrak lari atau bukan. Namun, saat ini penyidik masih fokus mengumpulkan keterangan saksi. “Iya, iya pasti (dikonfrontasi). Nanti kan kita kumpulkan saksi-saksi dulu,” kata Fahri saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (15/11).

Dia menuturkan, sejauh ini pernyataan yang menguatkan kecelakaan ini tergolong bukan tabrak lari yakni kesaksian satpam didekat lokasi kejadian. Petugas keamanan itu mengaku melihat mobil penabrak berhenti. “Kalau masalah itu pasti kita cari pembenarannya, makanya kasus ini butuh pengelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Fahri mengatakan, polisi pun mengamankan DH, sopir kendaraan tersebut di depan pintu 5 Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tak jauh dari lokasi kecelakaan. “Dari TKP itu setelah dia nabrak, dia syok terus dia tidak bisa menginjak rem, karena syoknya terus dia berhenti di pintu 5 terus ada beberapa massa,” terangnya.

Mobil penabrak rombongan GrabWheels di FX Sudirman. (Twitter @Alandarma_s)

Sementara itu, dari informasi yang masuk kepadanya, para korban dievakuasi ke Rumah Sakit tidak menggunakan ambulans. Melainkan dibawa dengan mobil warga yang diberhentikan saat lewat disekitar lokasi.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 7 orang saksi dalam kejadian ini. Tidak menutup kemungkinan, akan ada saksi lain yang diperiksa apabila dibutuhkan oleh penyidik.

Diketahui, kecelakaan menimpa pengguna skuter listrik terjadi di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu, (10/11). Akibat kejadian itu, dua orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka. Menurut Alan Darmasaputra, kakak salah satu korban meninggal, Ammar Nawar Tridarma, peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu malam. Adiknya bersama sejumlah temannya memang sengaja datang ke kawasan Gelora Bung Karno untuk bermain skuter listrik Grabwheels.

Kejadian Grabwheels berdarah ini terjadi pada Minggu (10/11) lalu. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.45 WIB dini hari. DH memacu mobilnya dari arah Senayan menuju fX. Tepat di Jalan Pintu Satu Senayan, lantas DH hendak menyalip kendaraan yang ada didepannya.

Namun, DH nampaknya tak pernah belajar kalau menyalip tidak diperkenankan lewat sisi kiri. dia tak sadar kalau di sisi kiri jalan ada enam orang tengah mengemudikan Grabwheels. DH pun sontak kaget, namun dia tak sempat banting stir. Kecelakaan pun tak terelakan.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads