alexametrics

Bapeten Sebut Paparan Radiasi di Batan Indah Serpong Tak Meluas

15 Februari 2020, 14:50:03 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengatakan bahwa kontaminasi paparan radiasi nuklir yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, tidak akan meluas. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan.

“Kemungkinan tidak akan meluas. Hanya pada radius 10 meter kali 10 meter yang ada di lokasi saja,” sebut Indra saat dihubungi, Sabtu (15/2).

Indra menambahkan bahwa Bapeten dan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) telah mengeruk tanah yang terkontaminasi hingga ketebalan 10 centimeter dan paparan radiasi di lokasi sudah menurun meski masih di atas ambang batas normal. “Bila diperlukan, maka tanah yang dikeruk akan lebih dalam,” imbuhnya.

Seperti diketahui, area di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, Serpong, diduga terpapar radioaktif. Hal itu dikemukakan dalam pernyataan resmi Bapeten tertanggal 14 Februari 2020. Pada 30-31 Januari 2020, Bapeten melakukan pemantauan. Hasilnya, Perumahan Batan Indah mempunyai nilai paparan radiasi di atas ambang batas normal.

Sementara itu, terkait dengan kondisi warga, Indra mengatakan Bapeten dan BATAN memeriksa warga yang mau diperiksa secara sukarela untuk mengetahui apakah ada dampak atau tidak. “Warga yang diperiksa terutama yang tinggal di sekitar lokasi ditemukannya materi yang memancarkan radiasi nuklir yang sudah diamankan dan sedang diperiksa di laboratorium BATAN,” jelasnya.

Tentang sumber materi yang memancarkan radiasi nuklir tersebut, Indra mengatakan masih akan diselidiki lebih lanjut. Begitu pula terkait bagaimana materi tersebut bisa ada di permukiman warga. “Logikanya kan tidak mungkin tiba-tiba ada di situ. Pasti ada yang membuang atau meletakkan di situ, entah sengaja atau tidak,” sebut Indra.

BATAN sendiri membersihkan daerah yang terpapar radiasi nuklir di depan Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, Serpong. Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama BATAN, Heru Umbara mengatakan dengan fasilitas laboratorium dan pengolahan limbah radioaktif, Bapeten meminta BATAN untuk membantu proses pembersihan dan analisis material penyebab paparan radiasi tinggi.

“Dari hasil clean-up, bahan penyebab paparan radiasi ditemukan telah bercampur dengan tanah. Temuan itu saat ini sedang dianalisis di laboratorium BATAN,” sebut Heru.

Heru menambahkan, pembersihan merupakan upaya pertama yang dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan dari paparan radiasi. Sebanyak 52 drum berkapasitas 100 liter digunakan untuk membawa vegetasi dan tanah dari lokasi.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara


Close Ads