alexametrics

Kerugian Banjir Jakarta Ditaksir Lebih dari Rp 1 Triliun

15 Januari 2020, 15:15:42 WIB

JawaPos.com – Banjir yang mengepung DKI Jakarta pada 1 Januari 2020 menimbulkan kerugian fantastis bagi para pelaku usaha. Aktivitas bisnis terpantau banyak yang mengalami lumpuh total. Dampaknya lonjakan perputaran uang yang diprediksi terjadi selama libur tahun baru malah lesu.

“Banjir yang tergolong diluar perkiraan ini sangat memukul pelaku usaha diberbagai sector seperti Ritel, restoran, pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, pengelola taxi, grab dan gojek. Kerugian transaksi atau perputaran uang diperkirakan mencapai triliunan,” kata DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Situmorang dalam keterangan tertulis, Rabu (15/1).

Sarman menjelaskan, dari sektor riter diperkirakan ada 400 toko yang terdampak banjir. Dalam hitungannya, jika satu toko memiliki pelanggan sekitar 100 orang dikali 400 toko maka jumlah pelanggan 40.000. Dengan asumsi belanja rata-rata Rp 250 ribu, maka kerugian mencapai Rp 10 miliar per hari. Angka tersebut belum termasuk toko ritel yang berada di dalam mal dan pasar tradisional.

Foto Aerial kawasan kampung pulo yang terendam banjir, Jakarta, kamis (2/1/2020).  HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

Untuk pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta ada sekitar 82 unit dengan rata rata jumlah pengunjung saat libur tahun baru mencapai 5.000 orang. Dengan asumsi belanja makan dan minum minimal Rp 200 ribu, maka transaksi Rp 82 miliar. “Jika pengunjung turun sekitar 50 persen maka kerugian transaksi mencapai Rp 41 miliar,” tambah Sarman.

Sedangkan berdasarkan data dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia DKI Jakarta, terdapat 28 Pasar tradisional yang terkena imbas banjir dengan jumlah pedagang sebanyak 250 per pasar, total pedagang 7.000 pedagang. Jika rata rata penjualan sekitar Rp 500 ribu per pedagang, maka kerugian transaksi mencapai Rp 3,5 miliar.

Sekitar 7.000 pedagang tradisional diperkirakan kehilangan barang dagangannya. Jika dirata-ratakan saru pedagang rugi Rp 10 juta maka kerugian mencapai Rp 70 miliar. Serta berbagai sarana prasarana di beberapa pusat perbelanjaan yang masih sulit mendapatkan datanya.

Sektor pariwisata juga mengalami kerugian signifikam. 5 destinasi unggulan seperti Ancol, Kota tua, Monas, TMII, Kebun Binatang Ragunan turun drastis sekitar 50 – 70 persen. Asumsinya sebagai berikut. Untuk Ancol Sarman memperkirakan kerugian mencapai Rp 15,5 miliar. Kota Tua Rp 3, 46 miliar; Monas Rp 10,2 miliar; TMMI 3,15 miliar; dan Kebun Binatang Ragunan Rp 5,4 miliar.

Kerugian juga menimpa pengusaha restoran. Dengan jumlah outlate sebanyak 3.957 unit, penurunan omzet rata-rata terjadi 50 persen. Jika setiap restoran memiliki transaksi minimal Rp 2 juta, maka kerugian mencapai Rp 7,9 miliar.

Pool Taksi Express Juga Terendam. Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa sore (31/12/2019) menyebabkan ratusan armada taksi terendam.  Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Dari segi transportasi, baik angkutan konvensional maupun angkutan online mengalami penurunan omzet mencapai 70 persen. Asumsunya, jumlah taksi online di Jabodetabek mencapai 36 ribu kenderaan, jika omzet menurun rata rata Rp 100 ribu, maka kerugian mencapai Rp 3,6 miliar. Sedangkan jumlah ojek online di Jabodetabek mencapai 1.250.000 pengemudi. Jika omzet turun menjadi rata rata Rp 25 ribu, maka kerugian transaksi mencapai Rp 31,25 miliar.

Kerugian ini belum termasuk kerugian yang dialami langsung pelaku usaha seperti 1.500 unit taxi yang terendam. Jika dirata-ratakan harga 1 unit kendaraan Rp 200 juta maka kerugian mencapai 300 Rp miliar.

Jika dijumlahkan secara keseluruhan, kerugian transaksi dari sisi perputaran uang akibat banjir ekstrim 2020 bisa mencapai sebesar Rp 135 miliar per hari. Maka dalam 5 hari banjir terjadi kerugian yang timbul mencapai Rp 675,27 miliar.

“Jika ditambah dengan kerugian langsung taxi dan pedagang pasar sekitar Rp 370 miliiar, perkiraan kerugian mencapai Rp 1,045 triliun,” pungkas Sarman.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads