alexametrics

Perbedaan Kasus Penabrak Apotek Senopati dan Penabrak Skuter Listrik

14 November 2019, 15:49:00 WIB

JawaPos.com – Penyidik Ditlantas Polda Metro Jaya memutuskan tidak melakukan penahanan kepada DH, penabrak 6 pengguna e-scooter Grabwheels. Nasib DH terbilang mujur, apabila dibanding dengan kasus serupa yang belum lama terjadi. Yakni kasus mobil yang dikendarai Putri Kalingga Hermawan menabrak Apotek Senopati hingga membuat seorang satpam meninggal dunia.

Saat itu setelah ditetapkan sebagai tersangka, Putri langsung dilakukan penahan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Selatan. Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar berdalih seorang penyidik memiliki independensi sendiri dalam menentukan nasib tersangka yang ditanganinya. “Penyidiknya berbeda. Nah ini variasi perkaranya tentunya berbeda, karena penyidik itu independen. Penyidik itu punya penilaian sendiri,” kata Fahri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (14/11).

Fahri menjelaskan, jajarannya yang memeriksa DH memutuskan tidak melakukam penahanan karena yakin tersangka tidak akan melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti. Sedangkan untuk kasus Putri itu menjadi kewenangan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. “Mungkin penyidik dari Satwil Jakarta Selatan menilai bahwa memang perlu ditahan. Ini berbeda ya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fahri menuturkan, dari keterangan saksi yang berada bersama DH di dalam mobil saat kecelakaan terjadi, saksi menilai DH masih mampu mengendarai kendaraan dengan baik, meskipun berada di bawah pengaruh alkohol. Kecelakaan dinilai terjadi lebih karena faktor ketidakhati-hatian DH saat hendak menyalip. “Dari keterangan saksi, sebenernya dia menilai dia (DH) mampu untuk mengendara. Tetapi dilihat dari kronologis, ada ketidakhati-hatian,” tegas Fahri.

Diketahui, mobil minibus yang dikendarai oleh Putri Kalingga Hermawan (PKH), 21, hilang kendali dan menabrak Apotek Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (27/10) pukul 03.30 WIB. Seorang satpam penjaga harus meregang nyawa dalam insiden ini karena mengalami luka di bagian perut.

Putri kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polres Metro Jakarta Selatan. Penyidik kemudian langsung memutuskan melakukan penahanan. Sedangkan kasus yang melibatkan DH tejadi pada Minggu (10/11) dini hari. Enam pengguna e-scooter ditabrak oleh DH. Dua orang dinyatakan meninggal, dan 4 lainnya luka-luka. Saat kecelakaan terjadi, baik Putri maupun DH dinyatakan positif dalam pengaruh minuman keras.

Kasus kecelakaan lalu lintas lainnya, 6 pengguna e-scooter ditabrak oleh sebuah mobil di kawasan Senayan, Jakarta, pada Minggu (10/11) lalu. Dua orang dinyatakan meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka dalam peristiwa ini.

Menurut Alan Darmasaputra, kakak dari salah satu korban meninggal, Ammar Nawar Tridarma, peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu malam. Adiknya, bersama sejumlah temannya sengaja datang ke kawasan Gelora Bung Karno untuk bermain e-scooter. “Peristiwa terjadi Minggu dini hari, 10 November 2019, adik saya beserta teman-temannya menyewa GrabWheels, di (gerai penyewaan) sekitar FX,” kata Alan.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads