alexametrics

Penonton Maksimal 25 Persen, CGV Buka, XXI dan Cinema 21 Pilih Tutup

14 Oktober 2020, 17:36:07 WIB

JawaPos.com – Pemprov DKI Jakarta telah melonggarkan pembatasan operasional bioskop. Meski begitu, realisasi di lapangan ternyata tak semudah yang dibayangkan dimana bioskop bisa langsung dibuka. Jumlah maksimal 25 persen ternyata menciptakan masalah baru dan melahirkan pro-kontra di kalangan pengelola bioskop.

Protokol kesehatan yang mensyaratkan kapasitas penonton 25 persen dinilai terlalu kecil dan hanya akan mengakibatkan bioskop merugi. Oleh karena itu, ada jaringan bioskop yang memutuskan tetap membuka dengan film andalan, tapi ada juga yang tidak akan membuka apabila jumlah maksimal penonton hanya 25 persen dari seat.

Hal itu terungkap dalam sebuah rapat yang digelar di Kantor Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) di bilangan Rasuna Said Jakarta Selatan, Rabu (14/10). Ketua GPBSI Djonny Syafruddin mengatakan, perbedaan pendapat hal biasa terjadi dalam asosiasi yang dinaunginya. Lembaganya memberikan kebebasan kepada anggota untuk membuat keputusan.

“Organisasi asosiasi yang saya pimpin ini demokratis. Beda pendapat boleh,” kata Djonny Syafruddin kepada JawaPos.com melalui sambungan telepon Rabu (14/10).

Dia mengatakan, CGV setuju untuk membuka bioskop dan akan dilakukan penilaian pada Senin pekan depan. Jika penilaian ini lulus, maka CGV bisa langsung membuka bioskop di Ibu Kota.

“CGV akan tetap buka meski 25 persen. Dia punya film Korea. Tapi untuk film lokal nggak ada,” kata Djonny.

Sementara itu, Cinema 21 dan XXI belum akan membuka lagi operasional bioskop. Angka 25 persen dinilai terlalu kecil dan akan sangat membebani pihak pengelola dengan biaya operasional yang tidak kecil.

Sementara pemasukan yang akan dihasilkan tidak terlalu besar dengan kuota maksimal 25 persen dari total kapasitas penonton. “21 dan XXI tidak akan buka kalau 25 persen,” ujarnya.

Sementara Cinepolis masih bimbang apakah akan membuka atau tidak bioskop di bawah naungannya. Pihak Cinepolis masih bimbang dengan kebijakan yang diputuskan Pemprov DKI Jakarta. “Tapi dia mau dinilai besok,” katanya.

Djonny Syafruddin pun berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mau menaikkan jumlah maksimal penonton bioskop, karena angka 25 persen dinilai mencekik pengelola bioskop. “Kami mengimbau Pak Gubernur Anies, tolonglah direvisi lagi. 3 kali (wacana bioskop dibuka) sebelumnya 50 persen, kok sekarang 25 persen,” ungkapnya.

Dikonfirmasi soal hasil rapat GPBSI tadi siang, Fani selaku Corporate Communications XXI mengaku belum dapat memberikan tanggapan. Dia mengaku masih akan mendiskusikannya dengan internal.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Abdul Rahman




Close Ads