alexametrics

DBM Sebut Aspal Lintasan Formula E Tidak Perlu Impor

14 Oktober 2019, 20:35:06 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat terkait persiapan ajang Formula E di Jakarta pada 2020 mendatang. Dinas Bina Marga (DBM) selaku koordinator bidang sarana dan prasarana pun mulai bersiap menyiapkan lintasa dan kelengkapan lainnya yang dibutuhkan. Seperti aspal yang harus tidak perlu impor dari luar negeri.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, pihaknya masih menunggu spesifikasi material lintasan. Namun, berdasarkan informasi awal, dia memperkirakan tidak akan menggunakan aspal impor.

“Katanya spek teknisnya itu kan grade 3. Kalau yang dipake Formula 1 kan spek teknisnya grade A, itu harus ada impor khusus. Kelihatannya kalau pakai spek teknis yang grade 3, berarti nggak perlu impor,” kata Hari di Balai Kota Jakarta, Senin (14/10).

Rangkaian konvoil mobil listrik melintas di Jalan Sudirman Jakarta, Jumat (20/9/2019). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari promosi Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E tahun 2020. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Rangkaian konvoil mobil listrik melintas di Jalan Sudirman Jakarta, Jumat (20/9/2019). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari promosi Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E tahun 2020. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Hari menjelaskan, apabila menggunakan aspal hotmix grade 3, seluruh bahannya sudah ada di Indonesia. Dan proses pengadaannya akan menggunakan sistem e-katalog. Sedangkan, apabila pihak Formula E meminta aspal grade A, maka harus impor. Di sini sistem lelang akan diberlakukan.

Sejauh ini, pihak Formula E belum menyerahkan grand design dari sirkuit balap tersebut. Diperkirakan ada beberapa pekan ini baru masuk meja pemprov DKI. Di sisi lain, Hari mengatakan, terkait anggaran yang dibutuhkan untuk membangun sarana dan prasarana Formula E, jajarannya sudah memasukan kepada anggaram pekerjaan peningkatan jalan strategis 2020.

“Kita belum bisa menghitung (totalnya) tepat karena kan di mana speknya belum ada. Mudah-mudahan minggu-minggu saat ini ada, kita langsung bisa. Secara volume sih kita udah, tapi secara kualitas dari spek teknis kan,” tegas Hari.

Dia hanya memastikan sirkuit akan dibangun disekitar Monas. Sistem pembuatan jalannya sendiri masih menunggu grand design dari Formula E. Apakah akan langsung menutup jalan yang ada dengan aspal baru, atau membuat lintasan baru.

Infografis Formula E di Jakarta. (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Sebelumnya, Jakarta resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Formula E 2020. Kesepakatan ini rampung setelah menempuh sejumlah tahap. Bermula dari kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke New York Amerika Serikat dan bertemu dengan Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo.

Keduanya menyepakati Jakarta menjadi tuan rumah Formula E 2020. Namun, saat itu belum terjalin pembicaraan final. Sehingga pembicaraan dilanjut di Jakarta sejak Selasa (17/9), hingga akhirnya pada Jumat (20/9) resmi diumumkan kepada publik.

Pengumuman kali ini juga dihadiri oleh Alberto beserta jajaran Formula E lainnya. Selain itu hadir pula Ketua PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Daryoto, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Sadikin Aksa, serta sejumlah pejabat pemprov DKI Jakarta.

“Perlombaan balap mobil Formula E tahun 2020 atau season ke-6 Insya Allah akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2020,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Lapangan Silang Monas, Jakarta.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads