alexametrics

Putri KH Ma’ruf Amin: Tangerang Selatan Harus Menjadi Vibrant City

Putri Ma'ruf Amin Ramaikan Bursa Pilkada 2020
14 Agustus 2019, 18:51:24 WIB

JawaPos.com – Sejumlah daerah menggelar Pilkada Serentak 2020. Salah satunya Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Menjelang pesta demokrasi lima tahunan itu, beberapa figur mulai muncul. Mereka mengupas persoalan kota yang bertetangga dengan DKI Jakarta tersebut.

Salah satu figur yang bakal mengikuti kontestasi di kota tersebut Siti Nur Azizah. Putri wapres terpilih KH Ma’ruf Amin itu melihat kota yang selama 10 tahun terakhir dipimpin oleh Airin Rachmi Diany ini telah menempatkan sejumlah fondasi besar sehingga menjadi kota yang maju.

Meski demikian, masih ada beberapa persoalan yang cukup mengusik warga Tangsel. Terutama mereka yang tinggal di luar wilayah kota mandiri. Seperti di Kecamatan Pamulang, Ciputat dan Setu. Di tiga kecamatan itu disparitas happines warganya cukup tinggi dibanding warga wilayah lain. Di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Alam Sutera, Bintaro, dan beberapa area lainnya lebih happy. Semua itu karena tingkat kemandirian ekonomi warganya.

Wilayah-wilayah itu sudah tertata dengan baik dan menjadi kota mandiri. Semua itu tidak terlepas dari penataan pengembang yang mengusai wilayah tersebut. Sehingga, sangat wajar tingkat kebahagiannya (happiness) lebih baik. Sedangkan tingkat stresnya relatif lebih rendah.

“Kalau di Ciputat dan Pamulang tidak seperti demikian,” kata Siti Nur Azizah saat berkunjung ke redaksi JawaPos.com, Graha Pena Jakarta, Rabu (14/8).

Disparitas stres yang tinggi itu tidak terlepas dari tata kelola pemerintahan dan tata kota. Untuk di Ciputat dan Pamulang infrastrukturnya tidak sebaik dibandingkan wilayah yang dikuasai pengembang besar. Baik itu BSD, Alam Sutera, dan yang lainnya. Sebagai contoh lebar jalan. Di Ciputat dan Pamulang tidak begitu lebar. Sementara jumlah penduduknya cukup padat. Di wilayah BSD kondisi infstruktur jalannya jauh lebih baik.

Siti Nur Azizah, putri KH Ma’ruf Amin, ketika berkunjung ke redaksi JawaPos.com di Graha Pena, Jakarta, Rabu (14/8/2019). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

Angka itu cukup relevan. Berdasar data yang dimiliki Siti Nur Azizah, jumlah penduduk Tangsel saat ini hampir mencapai 1,6 juta jiwa. Dengan tingkat kepadatan 11 ribu jiwa per kilometer persegi. Begitu juga dengan volume kendaraan pun relatif terus bertambah. Sementara pertumbuhan jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan.

Umumnya warga Tangsel memiliki mobilitas yang tinggi ke Jakarta dan beberapa daerah tetangga lainnya. Tak ayal kemacetan di ruas-ruas jalan Ciputat maupun Pamulang mudah ditemui. Buktinya paling kontret waktu tempuh perjalanan dari Ciputat di depan UIN Jakarta ke Pamulang bisa 1 jam lebih untuk mobil. “Bahkan pada jam tertentu waktu tempuhnya lebih lama lagi,” sebut perempuan yang sampai saat ini masih tercatat sebagai salah satu ASN di Kementerian Agama (Kemenag) tersebut.

Menurut Siti, kemacetan dan kepadatan penduduk adalah salah satu persoalan di Tangsel yang memicu tingkat stres. “Ke depannya Tangerang Selatan itu harus menjadi Vibrant City. Bukan Smart City lagi,” imbuh aktivis NU itu.

Alasannya, indikator kemajuan sebuah kota itu tidak lagi sekadar diukur dari Human Development Index (HDI) atau indeks Pembangunan Manusia (IPM). Namun, lebih ke happiness-nya. Semua itu harus dilihat dari beberapa segmen. Mulai tata lingkungan, sosial, infrastruktur, perekonomian, dan seterusnya. “Makanya perlu pembangunan yang berkeadilan. Pemerataan yang berkeadilan,” terangnya.

Menuju ke arah itu, pemerintah daerah (pemda) perlu memfasilitasi dan melakukan integrasi kebijakan. Sehingga pemerataan itu tercapai.

Dia mencontohkan dengan kehadiran pengembang besar yang membangun kota mandiri. Relatif kota mandiri tersebut ditata dengan baik. Ke depan pembangunan dari pengembang besar kitu diteruskan ke wilayah yang bukan miliknya. “Itu bagian dari kompensasi fasos dan fasum, sehingga warga Tangsel lainnya dapat menikmati pembangunan yang berkeadilan,” tandasnya.

Adapun saat ini, Siti Nur Azizah mengklaim dirinya didorong banyak pihak  untuk maju di Pilkada Tangsel. Dorongan itu diterima dengan baik dan sudah mendapat restu dari orang tuanya, Ma’ruf Amin. “Abah merestui saya untuk maju. Sepanjang itu memberikan kebaikan untuk orang banyak,” tandasnya.

Editor : Ilham Safutra

Close Ads