alexametrics

Pengembangan Kasus Narkoba, Polisi Selidiki Senjata Revolver Umar Kei

14 Agustus 2019, 22:35:34 WIB

JawaPos.com – Penyidik Polda Metro Jaya masih mendalami kasus narkotika yang menjerat Ketua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Umar Ohoitenan alias Umar Kei. Pengembangan akan dilakukan kepada kepemilikan senjata api dari tangannya.

Apabila senjata tersebut terbukti tak berizin, maka Umar Kei terancaman hukuman berat. Karena diduga melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Dia terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

“Untuk (kasus) senjata api akan kita serahkan ke Reskrimum untuk kita lakukan penyidikan,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/8).

Argo menuturkan, pengakuan Umar kepada penyidik menyatakan senajata api ilegal. Namun, polisi masih mencari faktanya. Guna membuktikan ucapan tersebut. Pistol itu telah dibawa ke Laboratorium Forensik untuk diperiksa apakah hasil rakitan atau tidak.

“Senjata api itu diakui milik sendiri. Nanti terkait apakah legal atau ilegal labfor yang menyampaikan,” jelasnya.

Di sisi lain, petugas juga tengah mendalami posisi Unar dalam penyalahgunaan narkotika. Apakah hanya pemakai atau juga mengedarkan. Sebab, saat dirungkus, Umar tidak sendiri, ada 3 orang lainnya. “(Total) ada empat orang yang diamankan,” pungkas Argo.

Sebelumnya, Umar Ohoitenan alias Umar Kei diringkus polisi karena tertangkap menggunakan narkotika jenis sabu. Dia diamankan disebuah hotel i Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Senin (12/8) kemarin.

“Menggunakan dan mengkonsumsi narkoba jenis sabu,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (14/8).

Dari kerabat John Kei itu, polisi mengamankan 5 klip plastik berisi sabu. Namun, total beratnya belum dirinci. Selain itu, petugas turut menyita senjata api jenis revolver, 5 unit handphone dan 1 powerbang.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads