alexametrics

Anggaran Formula E Rp 360 M, Anies: Bisa Gerakkan Ekonomi Rp 1,2 T

14 Agustus 2019, 15:34:59 WIB

JawaPos.com – DPRD DKI Jakarta menyetujui penggunaan anggaran Rp 360 miliar untuk penyelenggaraan Formula E 2020 di Jakarta. Anggaran tersebut sudah disahkan dalam APBD perubahan 2019, dengan peruntukan sebagai commitment fee.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan setiap pagelaran yang berskala internasional memang membutuhkan anggaran besar. Namun, dipastikan tidak akan terbuang sia-sia. Hal ini sesuai hasil studi yang dilakukan, event ini bisa menggerakan ekonomi sampai Rp 1,2 triliun.

“Seperti yang saya sampaikan, dari studi kelayakan tentang penyelenggaraan Formula E diproyeksikan bisa menggerakkan perekonomian Rp 1,2 triliun. Itu yang langsung terasa di Jakarta,” kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/8).

Adanya balapan Formula E di Jakarta, Anies menyakini Indonesia akan menjadi sorotan dunia. Dengan demikian diharapkan bisa menaikan kunjungan wisatawan mancanegara.

“Karena itu, saat saya lapor ke presiden memang merespon bahwa event ini itu luar biasa. Indonesia mendapat exposure dunia saat preevent, main event, dan side event. Jadi ini baru main event-nya, apalagi nanti ada pra dan side event,” lanjutnya.

DPRD DKI Dukung Formula E

Sementara itu Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, anggota dewan mendukung penuh rencana tersebut. Sepanjang ditujukan untuk menaikan ekonomi Jakarta. Di beberapa negara tetangga memang sudah terbukti ajang seperti Formula E bisa membawa banyak keuntungan finansial.

“Karena satu pandangan beliau (Anies) mungkin Formula E menjadi satu pemasukan pada yang baru kalau ini rutinitaskan. Kaya Singapura, Malaysia pendapatan juga kan bagus. Kami sih nggak keberatan selama anggaran ini ada,” ujar Prasetyo.

Di sisi lain, Prasetyo mengatakan, terkait kenaikan anggaran Formula E dari Rp 340 miliar menjadi Rp 360 miliar dianggap wajar. Mengingat pembayaran fee commitment menggunakan mata uang Poundsterling. Sedangkan kurs tukar terhadap Rupiah kerap berubah-ubah.

“Angka Poundsterling itu akan berubah juga kan. Kenaikan kurs kan beda-beda. Jadi saya melihat globalnya ya monggo-monggo aja selama disepakati dewan dan kita sepakat,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads