alexametrics

Cerita Pedagang di Kawasan Kota Tua yang Tutup

14 Mei 2021, 05:05:34 WIB

JawaPos.com – Kawasan Kota Tua yang biasanya ramai dikunjungi oleh masyarakat ketika masuk masa libur, kini terlihat sepi. Pasalnya, Kota Tua ini diinformasikan akan tutup pada 12 sampai dengan 16 Mei mendatang.

Di lain sisi, ada para pedagang yang berjualan sambil menunggu pembeli di tengah kondisi tersebut. Salah satunya adalah Johan, pedagang es potong di Kota Tua yang sudah berjualan sejak sebelum pandemi Covid-19.

Ia mengatakan bahwa dirinya kesulitan dalam mencari penghasilan saat ini karena sepi pengunjung. Biasanya, ketika saat normal di masa lebaran, dagangannya selalu habis dengan omzet Rp 300 ribu per hari.

“Udah lama jualan di sini, sekarang itu susah. Kalau sebelum lebaran biasanya 50 sampai 60 potong habis (harga Rp 5.000 per buah). Sekarang cuma 15 potong, cukup buat makan hari ini aja,” kata dia ketika ditemui JawaPos.com di lokasi, Kamis (13/5).

Pendapatan ini tentu menurun drastis. Bahkan, untuk menjual dagangannya di lokasi saat pandemi Covid-19 sangat susah karena sepi. “Sekarang jual 15 potong aja susahnya minta ampun,” kata dia.

Sementara itu, Asep yang menjajakan aneka jenis minuman sejak 2014 juga merasakan dampak ini. Menurutnya, apa yang ia hasilkan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bukan maen ini sepinya, apalagi pas lebaran gini ditutup kan (Kota Tua). Pokoknya pas sejak pandemi ini dimulai semua jadi sepi. Pendapatan kalah jauh dari hari biasa sebelum pandemi. Sekarang cuma cukup buat makan,” imbuhnya.

Ia juga kerap kali diusir oleh petugas, akan tetapi dirinya mengaku tidak kapok. Sebab, tempat relokasi pedagang dinilai kurang strategis untuk berjualan.

“Ya dipindahnya ke ujung jalan Cengkeh situ, sedangkan orang-orang kan lalu lalangnya di sini. Ya jauh lah, enggak strategis juga tempatnya di sana mah. Kan kita kalo pedagang yang diincer ya ada pembeli dan rame,” jelasnya.

Asep juga enggan untuk pindah ke lokasi lainnya meskipun Kota Tua terhitung sepi, sebab hanya di kawasan Kota Tua komunitas dan teman-temannya berkumpul. Ia khawatir jika pindah tempat malah tidak terlalu menguntungkan untuk dirinya.

“Ya temen-temen mah udah ada yang pindah, ada yang pulang kampung juga. Kalau saya mah di sini aja deh, banyak temen di sini, kalau pindah kan kita enggak tau juga gimana lingkingannya, temennya, petugasnya, jadi ribet kan,” tandas dia.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads