alexametrics

Tiga Bulan Culik Anak Orang, Pengurus SMK di Cilangkap Dipolisikan

14 Februari 2020, 16:07:58 WIB

JawaPos.com – Seorang warga bernama Rusmala Sitanggang mendatangi SMA/SMK Prestasi Prima di Kelurahan Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur untuk mencari kedua keponakannya yang sudah tiga bulan belum pulang. Diduga, dua keponakannya yang berinisial RP (11) dan BRL (7) jadi korban penculikan yang dilakukan oleh pengurus SMA/SMK berinisial FS di Kelurahan Cilangkap.

Rusmala mengatakan, dua keponakannya kemungkinan diculik saat proses pemakaman ayah kedua korban pada tanggal 15 November 2019. Rusmala lalu melihat keberadaan kedua keponakannya di SMK Prestasi Prima saat perayaan Hari Guru pada 25 November 2019 lewat sebuah video di Facebook. Dalam video itu, terlihat bahwa FS sedang melakukan kegiatan bersama keponakannya.

Berangkat dari video itu, Rusmala pun mendatangi SMK tempat FS bekerja. “Saya lihat di Facebook keponakan saya ada di sekolah ini. Sementara anaknya masih SD, padahal ini (tempat FS mengajar) SMK,” kata Rusmala saat ditemui di depan sekolah, Jumat (14/2).

Sebelumnya, ibu dari RP dan BRL yakni Tiarma Troida sudah sempat melapor ke Polda Metro Jaya ihwal kejadian yang sama. Dalam laporan itu, Tiarma menyebut bahwa FS diduga melakukan tindak pidana Pasal 330 KUHP tentang merebut orang yang belum dewasa dari kuasa yang sah.

PAman RP dan BRL Manomu Sagala menambahkan, pihak keluarga juga sudah berupaya menemui FS di kediamannya. Namun, kedatangan pihak keluarga tak berhasil karena FS memilih menutup rapat pintu pagar rumahnya. Gagal bertatap muka, Manomu pun berupaya menghubungi FS lewat pesan singkat.

“Tapi sampai sekarang tidak ada respons. Kita sudah lapor ke polisi, ke Polda Metro Jaya. Yang melapor istrinya almarhum abangku (ayah RP dan BRL, Red),” ujar Manomu.

Kedatangan mereka ke SMK Prestasi Prima pun tak membuahkan hasil karena pihak sekolah dan FS tak bersedia menemui pihak keluarga. Bahkan situasi sempat memanas ketika salah seorang guru menemui pihak keluarga di depan gerbang sekolah.

“Entah disimpan di sini atau bagaimana, tapi ada bukti videonya. Ada video di Facebook kalau keponakan saya ada di sekolah ini, makannya kita datang ke sekolah,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun FS belum memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Saat didatangi, baik penjaga maupun guru sekolah menyebut bahwa FS sedang tidak ada di tempat.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Yogi Wahyu Priyono


Close Ads