alexametrics

Kecepatan Maksimal 220 km/jam, Ini Gambaran Lintasan Formula E

14 Februari 2020, 17:41:33 WIB

JawaPos.com – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memastikan sirkuit balapan Formula E akan dibuat di area sekitar Monas. Keputusan ini menyusul adanya persetujuan penggunaan area tersebut dari Komisi Pengarah pengelola kawasan Medan Merdeka.

Rute akan dimulai dari Jalan Medan Merdeka Selatan di depan Balaikota ke arah Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kemudian masuk ke dalam Monas melalui pintu barat daya. Di dalam Monas, rute mengarah ke sisi barat dan putar balik kembali ke selatan Monas.

Selanjutnya mengarah ke pintu tenggara Monas yang berada di dekat stasiun Gambir. Kemudian keluar kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

“Balapan akan dilakukan berdasarkan waktu 45 menit plus 1 lap,” kata Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).

Lintasan di Monas ini akan dibuat sepanjang 2.588 meter. Total ada 12 tikungan, dengan rician 8 ke arah kanan, dan 4 ke arah kiri. Dalam simulasi, kecepatan maksimal mobil bisa mencapai 220 km/jam di lokasi sebelum tikungan tujuh.

Sistem balapan Formula E memiliki sedikit perbedaan dengan Formula 1. Yakni dilaksanakan tidak berdasarkan hitungan jumlah putaran, melainkan berpatokan pada waktu selama 45 menit. Setelah 45 menit dilewati, para pebalap akan diberi 1 lap terakhir untuk menyentuh garis akhir.

Selain itu, pada balapam Formula E, kendaraan juga tidak akan sistem pergantian ban maupun pengisian bahan bakar di paddock seperti Formula 1. Dengan kata lain, 1 baterai dan 1 set ban akan digunakan terus menerus dari game dimulai hingga garis finis.

Dalam pembuatan sirkuit ini, Dwi memastikan pihak FIA dan Jakpro sudah mempertimbangkan aspek non teknis yang dirasakan pengguna jalan di sekitar area Monas. Kemacetan diperkirakan tidak akan terlalu signifikan, mengingat jalan raya yang digunakan hanya Jalan Medan Merdeka Selatan.

“Kalau ada penutupan di Medan Merdeka arat, Medan Merdeka Timur, Gambir, mungkin ada kemacetan tapi mungkin nggak terlalu drastis karena kan (balapan) hari Sabtu,” imbuhnya.

Dwi menjelaskan, saat ini pengerjaan segala infrastruktur penunjang balapan sudah dimulai. Saat ini Jakpro sudah mulai mencetak barier. Khusus untuk lintasan, diperkirakan bisa memakan waktu pembangunan hingga 2 bulan setelah seluruh komponen selesai disiapkan.

“Pengerjaan itu mungkin memakan waktu 1-2 bulan. Sama sekali tidak mengganggu lalu lintas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jakarta resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Formula E 2020. Kesepakatan ini rampung setelah menempuh sejumlah tahap. Bermula dari kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke New York Amerika Serikat dan bertemu dengan Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo.

Keduanya menyepakati Jakarta menjadi tuan rumah Formula E 2020. Namun, saat itu belum terjalin pembicaraan final. Sehingga pembicaraan dilanjut di Jakarta sejak Selasa (17/9), hingga akhirnya pada Jumat (20/9) resmi diumumkan kepada publik.

Pengumuman kali ini juga dihadiri oleh Alberto beserta jajaran Formula E lainnya. Selain itu hadir pula Ketua PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Daryoto, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Sadikin Aksa, serta sejumlah pejabat pemprov DKI Jakarta.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads