alexametrics

Pernah Positif Covid-19, Wali Kota Depok Tak Disuntik Vaksin

14 Januari 2021, 12:40:48 WIB

JawaPos.com – Para vaksinator Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mulai melakukan vaksinasi pada 10 pejabat pimpinan daerah di Kota Depok disuntik vaksin Covid-19. Salah satunya adalah Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna.

Wali Kota Depok Mohammad Idris, tak disuntik vaksin Covid-19, karena telah terpapar Covid-19 pada saat Pilkada Depok 2020. Kemudian, Ketua DPRD Kota Depok, TM Yusufsyah Putra. Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Azis Siregar. Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sri Kuncoro

“Para pejabat di Kota Depok yang disuntik vaksin pertama adalah pejabat dari unsur Forkompinda Kota Depok,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, Kamis (14/1).

Menurut Novarita, lokasi yang ditunjuk vaksinasi 10 pejabat di Kota Depok adalah RSUI. Para pejabat tersebut disuntik vaksin Covid-19 pada Kamis (14/1) pukul 09.00 WIB.

“Berapa tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi merupakan wewenang RSUI. Bagaimana prosedurnya RSUI juga yang menanganinya,” kata Novarita.

Diketahui, Kota Depok mendapatkan 11.140 vaksin Covid-19. Vaksin Covid-19 tersebut disimpan di UPTD Instalasi Farmasi Kota Depok.

Baca Juga: Surpres soal Kapolri, PKB: Sepertinya Rabu Keramat, Kita Tunggu Saja

Baca Juga: Luhut: Tragedi Sriwijaya Air Harus Jadi Evaluasi

Baca Juga: Sarah Beatrice Jadi ‘Korban’ Sriwijaya Air karena KTP Dipinjam Teman

Kepala UPTD Instalasi Farmasi Kota Depok, Imelda, menjelaskan, vaksin Covid-19 tersebut tersimpan di dalam enam boks. Vaksin tersebut  disimpan dalam suhu dua hingga delapan derajat. Tapi, lebih baik 4 hingga 5 derajat Celcius.

Sementara itu, dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Nomor HK.02.02/4/1/2021, Januari 2021, tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terdapat beberapa kondisi yang membuat vaksin tidak dapat diberikan, yaitu:

1. Pernah terkonfirmasi menderita Covid-19
2. Sedang hamil atau menyusui
3. Mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir
4. Ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/ konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19
5. Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (pertanyaan untuk vaksinasi ke-2) Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.
6. Penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung coroner) Penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya).
7. Penyakit ginjal (penyakit ginjal kronis/sedang menjalani hemodialysis/dialysis peritoneal/transplantasi ginjal/sindroma nefrotik dengan kortikosteroid)
8. Penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis Penyakit saluran pencernaan kronis
9. Penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun
10. Penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi Penyakit Diabetes Melitus (HbAIC > 58 mmol/mol atau 7,5%, Pengidap HIV (CD4 < 200),
Penyakit paru (asma, PPOK, TBC)

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads