alexametrics

Cuma Sampai Jam 23.00, E-Scooter hanya Boleh Melintas di Jalur Sepeda

13 November 2019, 21:14:24 WIB

JawaPos.com – E-Scooter tengah menjadi primadona kaum milenial DKI Jakarta belakangan ini. Namun, baru-baru ini insiden mengenaskan terjadi. Empat orang pengguna e-scooter meregang nyawa akibat tertabrak mobil.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya sudah mulai menyusun regulasi guna mengatur moda transportasi ini. Tahap awal ini sambil menunggi regulasi disahkan, pemprov DKI hanya membolehkan penggunaan e-scooter dijalur sepeda yang sudah tersedia.

“Kami sudah sampaikan kepada operator escooter untuk kita larang mereka beroperasi di trotoar, JPO, dan kalau mau beroperasi silahkan masuk ke jalur sepeda,” kata Syafrin saat dihubungi, Rabu (13/11).

Operasional e-scooter pun dibatasi hanya di daerah yang sudah mendapat izin dari pengelola kawasan. Seperti sekitar Gelora Bung Karno (GBK) dan tempat lainnya. Sedangkan untuk jalanan umum lainnya tidak dibolehkan.

“Jangan dioperasionalkan di kawasan itu (jalanan umum, Red) sambil menunggu regulasi yang akan kita terbitkan,” ucap Syafrin.

Sedangkan bagi pemakai e-scooter yang membandel akan diberi tindakan tegas, baik itu yang menyewa, maupun milik pribadi. “Pengemudinya akan kita stop dan otopednya kita tahan. Tentu yang pribadi pun akan mengikuti regulasi yang kita buat,” jelas Syafrin.

Selain rute, Pemprov DKI juga tengah mengkaji jam operasional malam e-scooter. Rencananya akan dibatasi sesuai jam operasional angkutan umum seperti MRT atau Transjakarta. Yakni mulai pukul 05.00-23.00 WIB.

“Kita harapkan, setelah jam 11 malam operator e-scooter tidak lagi menyewakan itu. Demi aspek keselamatan masyarakat,” imbuhnya.

Pemberlakuan jam malam ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kelalaian yang berujung kecelakaan seperti yang baru-baru ini terjadi. Karena ketika malam tiba, jalanan mulai sepi, sehingga dianggap bisa membahayakan.

Syafrin menjelaskan, kemunculan e-scooter ini sebetulnya diproyeksikan untuk angkutan penghubung jarak dekat. Seperti dari shelter angkutan umum menuju titik tujuan akhir maupun sebaliknya.

Meski begitu, Syafrin membantah pemprov bergerak terlambat mengantisipasi kecelakaan e-scooter. Menurut dia, sejak awal e-scooter muncul, sudah langsung dibahas regulasinya. Namun, pembuatan sebuah aturan memakan waktu cukup lama.

“Seluruh elemen yang ada akan Kita kaji, sehingga ketika kita mengeluarkan aturan bulan ini tidak sebentar-sebentar direvisi,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads