alexametrics

Sambut Hari Perhubungan Nasional, Pengelola Terminal Ajak Warga Gowes

13 September 2019, 17:34:03 WIB

JawaPos.com – Ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum atau Jak Lingko terus dilakukan oleh Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Kali ini, sosialisasi dilakukan bersama master (masyarakat terminal) dengan bersepeda alias gowes sepeda. Gowes sepeda bersama warga ini sekaligus dalam rangka menyambut Hari Perhubungan Nasional yang dirayakan pada Selasa (17/9) mendatang.

Acara tersebut diikuti 50 pesepeda dengan menempuh jarak kurang lebih 15 kilometer. Rutenya, start dari terminal dalam kota, rombongan langsung menyusuri Jl Manunggal menuju Jl Tanah Merdeka. Kemudian Jl Penganten Ali, Jl Bungur dan masuk ke dalam terminal melalui pintu belakang.

Kepala Terminal (Kater) Kampung Rambutan Thofik Winanto mengatakan, kegiatan gowes sepeda ini untuk menyambut Hari Perhubungan Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 September. Aksi ini juga diisi dengan sosialisasi transportasi Jak Lingko pada warga sekitar. Tujuan lainnya yakni untuk mengajak warga untuk mengurangi polusi udara.

“Jadi dalam rangka menyambut Hari Perhubungan Nasional, kami bersama masyarakat terminal (master) yang tinggal di sekitaran Kampung Rambutan melakukan gowes sepeda,” terang Thofik, Jumat (13/9).

Thofik menambahkan, di tengah perjalanan pihaknya juga menyempatkan diri untuk memberikan sosialiasi kepada masyarakat. Dia menuturkan gowes sepeda akan dilakukan secara rutin. Selesai gowes dilanjutkan dengan penanaman pohon dan pembuatan lubang resapan biopori (LRB). “Kita juga melakukan sosialisasi dan pembuatan lubang biopori di RW 6 yang nantinya akan dibagikan ke tiap-tiap RT,” tuturnya.

Aksi tanam pohon pengelola Terminal Kampung Rambutan bersama warga usai gowes bareng (Yogi Wahyu Priyono/Jawa Pos)

Hingga akhir 2019, Kecamatan Ciracas menargetkan dapat membuat sebanyak 150 ribu lubang biopori dan sumur resapan. Jumlah tersebut sesuai dengan instruksi Wali Kota Jakarta Timur.

Sekretaris Kecamatan Ciracas, Mamad mengatakan, dari target 150 ribu lubang biopori dan sumur resapan tersebut, saat ini pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 35 ribu lubang biopori dan sumur resapan di wilayahnya. Menurutnya, biopori merupakan teknologi alternatif dan sederhana untuk penyerapan air hujan selain sumur resapan. Tak hanya untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga yang dapat diterapkan di lahan pemukiman perkotaan yang sempit.

“Selain antisipasi genangan dan banjir, pembuatan lubang biopori dan sumur resapan ini juga sebagai langkah untuk menabung air agar ketika musim kemarau tidak kekurangan air,” jelasnya.

Untuk mensukseskan program tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para lurah, kepala sekolah, perguruan tinggi, pengelola pasar, pengelola terminal, Kantor Pemerintahan dan swasta, agar membuat lubang biopori di wilayahnya masing-masing. Tidak hanya itu, untuk mencapai target pihaknya juga telah membuat 100 lubang biopori di Jl Bungur 2.

“Hari ini kita buat 100 lubang biopori. Pihak pengelola Terminal Kampung Rambutan juga memberikan bantuan 100 pipa paralon untuk lubang biopori kepada warga RW 06 Kampung Rambutan. Kami optimistis, target 150 ribu lubang biopori dan sumur resapan itu akan tercapai, ” tutupnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Yogi Wahyu Priyono


Close Ads