Menjajaki JPOS Phinisi dengan Latar Gedung Pencakar Langit

13 Agustus 2022, 12:35:27 WIB

JawaPos.com – Jembatan Phinisi yang baru diresmikan Maret 2022 lalu, kini sudah digandrungi para pelancong. Bukan hanya sebagai tempat untuk menyeberang saja, tetapi juga sebagai wisata sederhana untuk sekadar foto-foto karena bentuk dan posisinya yang instagramable.

Untuk naik ke Jembatan Penyebrangan Orang dan Sepeda (JPOS) Phinisi, pengunjung bisa menaiki tangga ataupun lift luas yang dapat menampung hingga 30 orang dan 6 sepeda. Lift yang berdinding transparan itu membuat pengunjung dapat menikmati pemandangan jalanan sibuk di Sudirman meski sekejap.

Lift itu mempunyai dua pintu. Satu pintu untuk masuk dari bawah dan satu pintu keluar ketika sampai di atas. Begitu pun sebaliknya. Saat sampai di atas jembatan, ketika pintu keluar terbuka dari lift, JPOS Phinisi menyuguhkan lantai berwarnah oranye dan merah tua. Jalur merah tua untuk sepeda dan jalur berwarna orange untuk pejalan kaki.

Lantai-lantai yang terhubung di JPOS itu sesungguhnya membentuk segitiga. Jika berada di atas dapat terlihat dengan jelas jalur segitiga itu menghasilkan ruas kosong di tengahnya yang langsung memperlihatkan jalanan yang selalu sibuk di Sudirman.

Karena memang berfungsi sebagai penyebrangan, maka langsung terhubung dengan halte Transjakarta Sudirman yang letaknya ada di tengah jalan.

Selain sebagai JPOS, Jembatan Phinisi memang mempunyai anjungan berbentuk perahu di lantai tiga. Anjungan tersebut dijadikan sebagai Galeri Apresiasi bagi tenaga kesehatan (nakes) yang sudah meninggal karena turut membantu mengatasi krisii Covid-19 tahun 2020 lalu di Jakarta.

“Berikut adalah nama-nama nakes di Provinsi DKI Jakarta yang gugur dalam perjuangannya membantu penanganan pandemi Covid-19 selama periode 2020-2021. Semoga perjuangan mereka menjadi pengingat dan penyemangat bagi kita untuk bangkit dari kondisi pandemi hari ini,” tulis nisan di anjungan berbentuk perahu tersebut.

JPOS Phinisi, Sabtu (13/8) kini masih ramai dilewati. Orang tua maupun anak-anak datang silih-berganti. Lima anak beriringan konvoi menggunakan sepeda mini masing-masing seolah berlenggak-lenggok di jalanan khusus untuk sepeda di JPOS Phinisi.

Di kolong jembatan lain menuju kapal, kelima anak tersebut memparkirkan dengan tertib sepedanya di tempat parkir khusus untuk sepeda. Tanpa perlu disuruh, tanpa perlu ada penjaga. Anak-anak itu mengerti dengan tujuh besi pencapit ban belakang sepeda yang memang jadi tempat parkir untuk kendaraannya.

“Main-main aja ini. Emang udah biasa ke sini kok,” kata Burhan, 7, salah satu anak yang bersepeda bersama teman-temannya, Sabtu (13/8).

Ia mengaku senang karena bisa mencoba lift yang berukuran jumbo untuk menuju jembatan Phinisi. Belum lagi dengan jalur yang disediakan khusus untuk pesepeda.

“Cuma pengin lewat, habis ini juga pulang lagi,” kata Burhan.

Sementara itu, dua ibu-ibu terlihat eksis berfoto di jembatan dekat lift yang latarnya adalah gedung-gedung pencakar langit. Satu sama lain saling memfotokan, kadang juga salah satunya selfie.

“Bagus ini buat foto-foto. Lumayan buat dijadiin status,” kata Rohimah, 40, sambil cengengesan.

Rohimah mengaku berasal dari Bogor. Anaknya saat ini sedang bekerja di Jakarta. “Jadi diajak anak buat main ke sini, lumayan lah,” katanya.

Ia merasa puas meski hanya dapat berfoto-foto dan sesekali duduk menikmati pemandangan gedung pencakar langit yang menghimpit jalanan ibu kota. “Gratis juga, kan,” cetusnya.

Kini, JPOS Phinisi sudah bukan hanya menjadi tempat untuk menyebrang, tapi juga berwisata sederhana dan nongkrong-nongkrong belaka sambil menikmati sibuknya kota di jalanan Sudirman. Hal itu sudah sejalan dengan yang dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan JPOS ini.

“Tempat ini adalah ruang ketiga di antara tempat bekerja dan tempat tinggal. Fasilitas untuk mobilitas bukan sekadar soal berpindah tempat bagi pejalan kaki, pengguna transportasi publik, dan pesepeda, tapi juga soal pengalaman menikmati kemegahan jalan utama di Jakarta, mengenang nakes yang wafat berjuang saat pandemi melanda, dan membangun interaksi antar warga yang berkunjung dari penjuru Jakarta dan dari seluruh Nusantara. Tempat ini tak sekadar dibangun untuk menyebrangkan, namun juga untuk mempertemukan dan mempersatukan,” tulisnya dalam nisan saat peresmian Kamis, (10/3).

Editor : Banu Adikara

Reporter : Tazkia Royyan Hikmatiar

Saksikan video menarik berikut ini: