alexametrics

Ketua DPRD DKI, PKS, dan Gerindra Saling Lempar soal Keputusan Wagub

13 Agustus 2019, 11:33:07 WIB

JawaPos.com – Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta belum juga mendapat titik temu. Anies Baswedan sudah lebih dari setahun menyendiri menjalani tugasnya sebagai gubernur DKI Jakarta.

Pengangkatan wagub DKI Jakarta menuai saling lempar tanggung jawab di tingkat DPRD. Terutama pimpinan dan panitia khusus (Pansus) yang bertugas untuk mengusulkan nama wagub pengganti Sandiaga Uno. Kini, DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 masa tugasnya akan berakhir dua pekan lagi. Sementara hasilnya belum memperlihatkan titik terang.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, proses pemilihan wagub terus berjalan. Dia mendorong Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selaku pengusung utama untuk melakukan lobi-lobi kepada seluruh fraksi agar pemilihan berjalan lancar.

“Masalah wagub tetap berjalan. Sekarang ada panitia pemilihnya, nah itu dijalankan juga. Waktunya cukup ya kita laksanakan, kalau enggak cukup dua parpol pengusung itu harus berkomunikasi dengan baik dengan fraksi-fraksi,” ujar Prasetyo di DPRD DKI Jakarta, Senin (13/8).

Secara pribadi Prasetyo mengaku sudah siap menandatangani pemilihan wagub. Kini dia mempertanyakan proses lobi-lobi yang dilakukan oleh dua partai pengusung tersebut.

“Sekarang tanyakan ke dua parpol (pengusung). Jangan tanya saya. Saya pasti tanda tangan oke. Insya Allah selesai sebelum 26 Agustus,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni mengklaim tidak ada masalah dalam pemilihan wagub. Pansus sudah menyelesaikan pembuatan tata tertib (tatib). Dokumen itu bahkan sudah diserahkan kepada pimpinan dewan agar dibuatkan jadwal Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab).

“Saya nggak tahu kendalanya apa. Apakah di PKS calonnya gimana. Saya belum dapat konfirmasinya lagi. Namanya mau dilanjutkan atau gimana,” kata Ghoni.

Di sisi lain, Ghoni menyerahkan sepenuhnya kepada PKS untuk melakukan lobi-lobi ke seluruh fraksi. Gerindra tidak banyak terlibat karena enggan mengintervensi proses pemilihan.

“Saya nggak bisa intervensi tapi ikut komunikasi dengan teman-teman lain. Tapi harusnya PKS yang lebih banyak komunikasi dan lobi-lobi dengan anggota lain,” terangnya.

Dengan sisa waktu masa jabatan dewan 2 pekan lagi, Ghoni masih optimistis pemilihan wagub bisa diselesaikan. Dengan catatan ada niat dan tindakan yang dilakukan secara konkret.

Di pihak lain, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Suhaimi juga mengaku tidak ada persoalan dalam lobi-lobi ke seluruh fraksi. Dia mendorong pimpinan DPRD segera menjadwalkan Rapimgab. Karena di Rapimgab itu bisa diketahui bagaimana keberhasilan atau kegagalan PKS dalam melakukan lobi.

“Lobi nggak ada masalah. Jadi begini, untuk mengetahui nanti bahwa lobi atau tidak seterusnya itu kan nanti keliatan ketika Rapimgab,” ucap Suhaimi.

“Kemudian digelar (Rapimgab) yang ngundang kan pimpinan. Yang diundang siapa? pimpinan fraksi sama pimpinan komisi. Di Rapimgab itu kemudian disampaikan,” tambahnya.

Suhaimi menjelaskan, jika nanti saat Rapimgab ada fraksi yang yang tidak sepakat dengan dua nama calon yang diajukan, maka PKS akan melakukan lobi lagi ke fraksi.

Oleh karena itu, Suhaimi meminta agar selama proses pemilihan wagub ini tidak dibuat opini. Bagi yang menolak terhadap 2 calon yang diajukan bisa menyampaikan hak politiknya di dalam rapat rapat Paripurna.

“Hak politiknya boleh memilih boleh tidak, diberikan tempat oleh aturannya, ‘oh saya nggak mau milih’ ya silahkan aja ibaratnya begitu. Jadi bukan di proses ini kemudian dibangun opini macam-macam menurut saya nggak sehat,” tekannya.

Di sisi lain, Suhaimi menyakini proses pemilihan wagub sebetulnya bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Bahkan sebelum masa jabatan dewan berakhir. Hanya saja mekanisme pemilihan harus dijalani dengan sungguh-sungguh.

“Kalau prosesnya nggak dijalani ya mau sampai kapanpun ya nggak jalan. Kalau mau dijalani 2 hari selesai. Kalau nggak dijalani sampai akhir zaman ya nggak selesai,” pungkasnya.

Editor : Ilham Safutra

Close Ads