alexametrics

Anies Luncurkan E-Uji Emisi, Ini Kegunaannya

13 Agustus 2019, 16:05:33 WIB

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan aplikasi E-Uji Emisi. Dia juga meninjau langsung proses uji emisi pada kendaraan dinas operasional dan transportasi umum JakLingko di Pendopo Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

Aplikasi berbasis android tersebut akan terintegrasi dengan basis data hasil uji emisi kendaraan bermotor di ibu kota. Sehingga status uji emisi setiap kendaraan dapat dipantau secara digital, baik oleh pemilik kendaraan maupun petugas berwenang.

Aplikasi ini memiliki beragam fitur, seperti informasi singkat mengenai uji emisi, peraturan-peraturan terkait yang menjadi dasar hukum pelaksanaannya dan lokasi bengkel pelaksana uji emisi terdekat. Selain itu juga tersedia fasilitas pengecekan hasil uji emisi dengan cukup menginput nomor polisi masing-masing kendaraan.

“Peluncuran aplikasi ini harapannya bisa memudahkan masyarakat untuk mengetahui tempat-tempat di mana uji emisi bisa dilakukan. Di Jakarta saat ini baru ada sekitar 150an bengkel yang siap untuk melakukan uji emisi. Ini harus kita dorong lebih banyak lagi,” kata Anies.

Ke depan, Anies mengatakan aplikasi E-Uji Emisi akan disambungkan dengan sistem perpajakan, perparkiran, dan data Jakarta Smart City untuk melakukan kebijakan insentif kepada masyarakat. Kebijakan intensif itu meliputi harga parkir, perpanjang STNK, dan pajak kendaraan bermotor.

Anies menyampaikan uji emisi harus dilakukan untuk seluruh kendaraan di DKI Jakarta. Tahun depan khusus untuk kendaraan umum harus sudah lolos uji emisi semuanya. “Jadi uji emisi ini menjadi sebuah keharusan untuk bisa mengurus yang lain-lain. Jika tidak melakukan uji emisi, maka yang lain tidak bisa diurus,” imbuhnya.

Pun demikian dengan kendaraan pribadi harus lolos uji emisi. Bahkan kendaraan luar DKI Jakarta namun beroperasi di ibukota juga harus melaksanakan aturan ini. “Kualitas udara kita ditentukan oleh kualitas residu yang kita keluarkan dari semua kegiatan ekonomi, baik produksi pabrik sampai kegiatan menggunakan kendaraan menggunakan kendaraan bermotor. Mari kita sama-sama kurangi jumlah residunya, polutannya,” pungkas Anies.

Diketahui, kebijakan terkait uji emisi kendaraan bermotor berdasarkan Perda nomor 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, khususnya pasal 19 yang menyebutkan bahwa kendaraan bermotor wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang kendaraan. Selain itu, Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta per Juni 2019, baru sekitar 5,5 persen mobil pribadi di Jakarta atau berjumlah 193.417 kendaraan.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah melakukan pembinaan dan uji coba aplikasi E-Uji Emisi ke bengkel-bengkel pelaksana uji emisi, sehingga saat ini sudah mencapai 155 bengkel pelaksana uji emisi terintegrasi dengan aplikasi. Dinas Lingkungan Hidup juga akan melakukan roadshow uji emisi ke wilayah DKI Jakarta dengan target goes to office, goes to mall, dan goes to campus untuk menyosialisasikan penerapan kebijakan perbaikan kualitas udara Jakarta dan aplikasi E-Uji Emisi.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Close Ads