alexametrics

Andi Dimutasi Karena Dugaan Pemerasan, Begini Kata Polda Metro Jaya

13 Januari 2020, 13:07:14 WIB

JawaPos.com – Pemindahan AKBP Andi Sinjaya Ghalib dari jabatan lamanya sebagai Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan santer dikabarkan karena adanya kasus dugaan pemerasaan terhadap seorang pelapor kasus pidana. Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan mengapresiasi terhadap keputusan tersebut.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan tak tahu ihwal dugaan pemerasaan tersebut. Dia hanya memastikan mutasi kepada Andi merupakan hal yang biasa terjadi.

“Saya nggak tahu itu (dugaan pemerasaan), jangan ditanya. Dia (Andi) bukan dicopot, itu mutasi rutin biasa,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/1).

Yusri pun mempertanyakan ada atau tidaknya laporan yang dibuat terkait dugaan pemerasaan yang dilakukan Andi. Atas dasar itu, dia tak tak memahami pernyataan yang dikeluarkan oleh IPW.

“Nggak ada, jangan nyebut-nyebut lah, ada laporannya nggak (soal dugaan pemerasan), saya nggak tahu, saya nggak ngerti,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yusri kembali menegaskan, bahwa Andi tidak dicopot dari jabatan lamanya. Sebagai bukti dia masih memiliki jabatan di internal kepolisian. Sedangkan apabila seseorang dicopot, otomatis statusnya akan menjadi pamen Polda Metro Jaya dalam rangka diperiksa.

Sebelumnya, IPW mengapresiasi langkah Polri yang mencopot Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Andi Sinjaya Ghalib. IPW menduga, Andi meminta uang Rp 1 miliar kepada pelapor Budianto.

“Tindakan tegas ini perlu dilakukan Polri kepada anggotanya yang brengsek, agar citra Polri terjaga dan kepercayaan publik kepada jajaran kepolisian tetap terbangun,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangannya, Sabtu (11/1).

Pencopotan Andi Sinjaya ini tertuang dalam Surat Telegram (ST) Nomor ST/13/I/KEP/.2020 tertanggal 8 Januari 2020. Surat itu ditandatangani oleh Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Mardiyono.

Dalam telegram tersebut, tercantum nama pengganti AKBP Andi Sinjaya adalah AKBP Mochammad Irwan Susanto. AKBP Mochammad Irwan Susanto sebelumnya menjabat Kasubbid Provos Bidpropam Polda Metro Jaya.

IPW mensinyalir, pada pertengahan November 2019, pelapor yang diminta uang Rp 1 miliar oleh penyidik Polres Jakarta Selatan itu bersama IPW mengadukan kasus ke Kapolda Metro Jaya. Laporan resmi itu diterima Koorsespri Kapolda Metro Jaya.

Saat diminta uang Rp 1 miliar, pelapor tidak memberikan dan merasa diperas penyidik. Akibat pelapor tidak memenuhi permintaan penyidik, tersangka dalam kasus Nomor Sp.Sidik/592/IV/2018/Reskrim Jaksel tgl 16 April 2018 atas nama tersangka MY dan Sul tidak kunjung diserahkan Polres Jaksel ke Kejaksaan.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads