alexametrics

Gunakan Modus Ajak Jalan-Jalan, Predator Anak Sodomi 4 Korban

12 November 2019, 13:01:05 WIB

JawaPos.com – Aksi predator anak kembali terjadi di DKI Jakarta. Modus pelaku mengajak korbannya jalan-jalan ke suatu tempat. Setelah itu terjadi aksi sodomi. Susmanto, 52, sang predator anak, sudah ditangkap oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kasus tersebut terbongkar setelah salah satu orang tua korban membuat laporan polisi. Pelaku baru bisa ditangkap pada 3 November 2019 lalu di kediamannya di kawasan Jakarta Pusat.

“Susmanto ditangkap karena melakukan sodomi terhadap 4 anak di bawah umur. Pelaku diduga sudah melakukan aksinya berkali-kali,” kata AKBP Susatyo saat dihubungi wartawan, Selasa (12/11).

Korban dari kejahatan Susmanto yakni FL, 9; FN, 9; FS, 9; dan AF, 11. Dalam penyelidikan awal, tersangka diketahui berprofesi sebagai kurir ekpedisi di sebuah perusahaan jasa pengiriman barang.

“Modus tersangka dengan cara iming-iming dan bujuk rayu akan diajak berenang ke GOR Senen serta akan diajak jalan-jalan ke pasar Jatinegara untuk membeli makanan burung,” ungkap Susatyo.

Setelah berhasil membujuk korban, tersangka membawa korban ke kantornya yang saat itu dalam keadaan sepi. Tersangka kemudian melakukan kekerasan seksual kepada korban.

“Dia pun melakukan sodomi di kantor tempatnya bekerja saat keadaan sedang sepi,” jelas Susatyo.

Dari keterangan yang didapat penyidik, tersangka sudah beraksi sebagai predator anak sejak 2017. Aksi bejatnya sendiri lantaran pengaruh video porno yang kerap ditontonnya.

Aksi kejahatan tersangka terbongkar saat korban AF mengeluhkan sakit di bagian anusnya kepada orang tuanya. Kemudian orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Dan dilakukan pengejaran kepada Susmanto.

“Atas perbuatanya tersangka dijerat dengan Pasal 76 junto Pasal 82 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 292 KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Susatyo.

Polisi mengimbau kepada para orang tua agar lebih cermat mengamati pergaulan buah hatinya. Serta peka terhadap apa yang terjadi pada anak melalui tanda-tanda fisik maupun psikis.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads