alexametrics

Macet dan Tawuran Jadi Masalah Utama Manggarai Jadi Stasiun Sentral

12 Oktober 2019, 14:00:40 WIB

JawaPos.com – Rencana Stasiun Manggarai menjadi stasiun sentral dinilai menyisakan pekerjaan rumah. Setidaknya ada 2 aspek yang dinilai krusial dan harus segera diperbaiki. Yakni, akses menuju Manggarai dan kondisi lingkungan sekitar.

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Jakarta, Yayat Supriyatna mengatakan, akses jalan ke Manggarai banyak terjadi penyempitan. Akibatnya, kerap terjadi kemacetan cukup panjang. Terlebih saat jam sibuk pagi maupun sore.

“Solusi kita bagaimana menambah jaringan jalan tambahan apakah dengan elevated atau ruas jalan diperlebar atau ada penambahan pintu bukaan baru,” ujar Yayat saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (12/10).

Kondisi ini dinilai akan menghambat calon penumpang yang menuju Manggarai. Yayat menilai, Manggarai harus dibuat senyaman mungkin sehingga orang tidak akan merasa sulit untuk mencapai lokasi.

Suasana tawuran warga di Manggarai yang sempat membuat perjalanan KRL terganggu beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Dengan begitu, cara berfikir masyarakat bisa diubah. Bahwa tidak ada lagi paradigma Manggarai macet, dan Manggarai bisa diakses dari banyak lokasi. Bahkan jika diperlukan dibuatkan jalur LRT atau MRT menuju Manggarai.

“Karena bukan apa-apa, yang dilayani itu adalah angkutan perjalanan antar kota yang dilayani mereka yang memang datang harus bawa barang bisa dikatakan kelas menengah ke atas jadi otomatis daya dukung jalan ke manggarai harus ditambah atau diperlebar,” ucap Yayat.

Aspek lain yang mesti dievaluasi yakni kondisi lingkungan sekitar. Karena di area stasiun Manggarai termasuk pemukiman padat penduduk. Oleh karena itu aspek pengembangan lokasi seperti perluasan lahan parkir akan sulit.

Grand desain pembangunan Stasiun Manggarai. (Istimewa)

Selain itu, di area Manggarai juga kerap terjadi tawuran. Selama ini, hal itu sering mengganggu perjalanan kereta. Sehingga butuh ditertibkan. Yayat menilai solusinya berupa pembuatan pagar pembatas di pinggiran rel. Supaya ketika tawuran terjadi, tidak ada yang masuk ke area stasiun.

Atau solusi lainnya yakni dengan menata wilayah disekitar Manggarai dengan baik. “Itu tanggungjawab pemerintah provinsi, jadi kalau tidak ada kerjasama berat. Karena kewenangan kereta api hanya di dalam stasiun,” tegas Yayat.

Sementara itu, Yayat menilai kekhawatiran akan terjadinya penumpukan kereta di Manggarai apabila menjadi stasiun sentral tidak menjadi masalah. Karena, akan dilakukan pembangunan penambahan lajur kereta. Dengan demikian akses masuk dan keluar Manggarai bisa diatur melalui sistem dengan baik.

Stasiun Sentral Pada 2021

Penumpang KRL saat menunggu kereta di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (9/10/2019). Stasiun Manggarai bakal mengambil alih peran Stasiun Gambir sebagai persinggahan dan persimpangan utama kereta terutama jarak jauh di DKI Jakarta mulai 2021. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Sebelumnya, Stasiun Manggarai, dipastikan menjadi stasiun sentral pada 2021 mendatang menggantikan Stasiun Gambir, Jakarta. Hasil kajian dan studi Kementerian Perhubungan menyebut Stasiun Manggarai dinilai paling layak menjadi stasiun utama ibu kota.

Kasubag Humas Direktorar Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Supandi membantah rencana itu ‘ujug-ujug’ ada. Tetapi hasil dari kajian dan studi yang Kementerian Perhubungan beberapa tahun lalu.

“Hasil kajian serta studi, dari banyak stasiun di Jakarta yang paling pas untuk dikembangkan jadi stasiun sentral adalah Manggarai,” kata Supandi saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (9/10).

Penumpang KRL saat menunggu kereta di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (9/10/2019). Stasiun Manggarai bakal mengambil alih peran Stasiun Gambir sebagai persinggahan dan persimpangan utama kereta terutama jarak jauh di DKI Jakarta mulai 2021. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Stasiun Manggarai dengan lintasan eksisting jadi titik pertemuan kereta dari Bogor, Bekasi, Tanah Abang dan Jakarta Kota. Kondisi itu tidak terjadi Stasiun Gambir yang selama ini diposisikan sebagai stasiun sentral.

Stasiun Manggarai dilintasi oleh kereta rel listrik (KRL) Commutter Line, KA jarak jauh, kereta angkutan barang dan KA Bandara untuk rute Stasiun Manggarai – Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads