alexametrics

Sepakat Berdamai, Penumpang Taksi Online Pastikan Tidak Ada Penculikan

12 Februari 2020, 09:49:17 WIB

JawaPos.com – Kasus dugaan penculikan yang dialami oleh pengguna taksi online berinisial T berakhir damai. Laporan polisi kepada pengemudi MIS, 21, diputuskan dicabut usai penyidik Polda Metro Jaya memeriksa keduanya.

“(Cabut laporan, Red) secepatnya, per hari ini juga saya mau cabut laporannya,” kata T di Polda Metro Jaya.

Hasil dari proses konfrontasi polisi, kedua belah pihak sepakat bahwa peristiwa yang terjadi Kamis (6/2) lalu hanya sebatas kesalahpahaman. Tidak ada upaya penculikan.

“Saya telah memahami bahwa adanya kesalahpahaman yang terjadi dikarenakan driver tersebut pun baru memulai jadi driver selama 1 bulan dan terjadi human error. Kesalahan arah tujuan yang membuat saya panik dan meminta diturunkan di pinggir tol arah ke jalan raya,” ucap T.

Keduanya pun sepakat saling meminta maaf atas kegaduhan yang telah dibuat. “Maka dari itu saya memohon maaf kepada MIS, keluarga dan pihak Grab atas keramaian yang terjadi,” kata T.

Sementara itu, terkait adanya dugaan kode-kode tertentu yang digunakan MIS selama mengantarnya dalan perjalanan, T memastikan tidak ada. Suara bisik-bisik yang didengarnya ternyata percakapan telepon MIS dengan keluarganya.

“Itu dia (MIS) sedang menelepon orang tuanya tetapi memang dia pelankan suaranya karena dia tidak mau mengganggu katanya,” jelasnya.

Sementara itu, MIS juga memohon maaf atas peristiwa ini. Dia pun mengakui telah terjadi kelalaian dari dirinya karena kurang memahami aplikasi taksi online. Akibatnya ada kesalahan tujuan perjalanan yang mengakibatkan ketidaknyamanan kepada penumpang.

“Saya sebelumnya memohon maaf kepada pihak yang terlibat dari pihak Grab maupun pihak Polda Metro atau mbaknya (T selaku pelapor) juga atas kesalahpahaman semua ini, karena saya belum memahami aplikasi Grab,” kata MIS

Kasus ini bermula saat T memesan taksi online untuk dua tujuan berbeda. Tujuan pertama ke Darmawangsa, Jakarta Selatan dan tujuan kedua ke ICE BSD, Tangerang. Namun, saat perjalanan pengemudi langsung mengarah ke tol Jakarta-Merak menuju Tangerang.

T kemudian melihat gelagat aneh dari MIS. Dia kemudian menekan tombol emergency di aplikasi taksi online yang terhubung ke call center. Hal ini pun membuat MIS panik. Setelah berdebat di dalam mobil, T akhirnya diturunkan di pinggir jalan tol sebelum akhirnya melapor ke polisi.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads