alexametrics

Polda Metro Jaya Bantah Copot Kasatreskrim Polres Metro Jaksel

12 Januari 2020, 13:12:30 WIB

JawaPos.com – Polda Metro Jaya membantah telah melakukan pencopotan terhadap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya Ghalib. Hal itu menyikapi tudingan Indonesia Police Watch (IPW) yang menyebut Andi melakukan pemerasan hingga Rp 1 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Andi dipindah dari jabatannya dalam rangka mutasi jabatan. Kondisi itu lumrah terjadi di dalam struktur polri.

“Nggak dicopot, mutasi. Orang dicopot gini kalau dia ada kasus. Jadi jabatannya kemudian dia jadi Pamen di Polda lalu diperiksa, ini kan masih ada jabatannya,” kata Yusri saat dikonfirmasi, Minggu (12/1).

Yusri menjelaskan, apabila Andi dicopot dari jabatannya, maka posisinya tidak memiliki jabatan. Statusnya akan menjadi Pamen dalam rangka diperiksa. Sedangkan saat ini Andi menjabat sebagai Koorgadik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya.

“Dia nggak apa-apa, ini kan mutasi biasa aja, yang laen juga mutasi biasa aja. Ngerti kagak arti dicopot? Kalau dicopot itu nggak ada jabatannya, lah ini kan ada,” tegasnya.

Sementara itu, saat disinggung tudingan IPW yang menyebutkan Andi melakukan pemerasan, Yusri enggan menanggapi. “No comment,” tandasnya.

Sebelumnya, IPW mengapresiasi langkah Polri yang mencopot Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Andi Sinjaya Ghalib. IPW menduga, Andi meminta uang Rp 1 Miliar kepada pelapor Budianto.

“Tindakan tegas ini perlu dilakukan Polri kepada anggotanya yang brengsek, agar citra Polri terjaga dan kepercayaan publik kepada jajaran kepolisian tetap terbangun,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangannya, Sabtu (11/1).

Pencopotan Andi Sinjaya ini tertuang dalam Surat Telegram (ST) Nomor ST/13/I/KEP/.2020 tertanggal 8 Januari 2020. Surat itu ditandatangani oleh Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Mardiyono.

Dalam telegram tersebut, tercantum nama pengganti AKBP Andi Sinjaya adalah AKBP Mochammad Irwan Susanto. AKBP Mochammad Irwan Susanto sebelumnya menjabat Kasubbid Provos Bidpropam Polda Metro Jaya.

IPW mensinyalir, pada pertengahan November 2019, pelapor yang diminta uang Rp 1 miliar oleh penyidik Polres Jakarta Selatan itu bersama IPW mengadukan kasus ke Kapolda Metro Jaya. Laporan resmi itu diterima Koorsespri Kapolda Metro Jaya.

Saat diminta uang Rp 1 Miliar, pelapor tidak memberikan dan merasa diperas penyidik. Akibat pelapor tidak memenuhi permintaan penyidik, tersangka dalam kasus Nomor Sp.Sidik/592/IV/2018/Reskrim Jaksel tgl 16 April 2018 atas nama tersangka MY dan Sul tidak kunjung diserahkan Polres Jaksel ke Kejaksaan.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads