alexametrics

Masih Buron, Polisi Cari Lokasi Dukun Santet yang Disewa Aulia

11 September 2019, 18:05:39 WIB

JawaPos.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih melakukan pengembangan kasus pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama (ECP) alias Pupung dan anaknya M. Adi Pradana alias Dana. Sejauh ini pihak-pihak yang diduga terlibat masih terus diburu, salah satunya yakni dukun yang diduga pernah diminta tersangka Aulia Kesuma (AK) untuk menyantet korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, keberadaan dukun ini belum diketahui sampai saat ini. Jajarannya, masih melakukan penyelidikan mendalam guna memburu yang bersangkautan. “Masih mencari yang bersangkutan ada di mana. Sampai sekarang masih belum kita temukan, nanti kita tunggu saja,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/9).

Argo menjelaskan, penangkapan terhadap dukun ini sangat penting guna menuntaskan kasus pembunuhan sadis ini. Dengan tertangkapnya pelaku ini, juga bisa membuktikan peran pelaku. Apakah sesuai dengan pengakuan Aulia, bahwa pelaku adalah dukun santet atau bukan. “Ya nanti kalau udah ketemu baru kita tahu siapa dia ya, karena kita juga belum mendapat informasi yang jelas, dia itu siapa dan perlu kita konfirmasi,” tegasnya.

Aulia memperagakan saat menggerus obat tidur yang akan dicampur ke dalam jus. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

Diketahui, warga Jalan Cidahu-Parakansalak Sukabumi, Jawa Barat dihebohkan dengan terbakarnya sebuah mobil dengan nomor polisi B2983SZH, Minggu (25/8). Pasalnya, saat api berhasil dipadamkan, ditemukan dua mayat pria. Mereka teridentifikasi ayah dan anak berinisial ECP, 54, alias Pupung dan D, 23. Keduanya merupakan warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian mengatakan, dari keterangan yang didapat dari dua pelaku intelektual kasus ini, Aulia Kesuma (AK), 35 dan keponakannya, KV, mereka menyatakan membunuh korban dengan obat tidur yang dicampur kedalam jus dan miras. Setelah tak sadarkan diri, korban dibekap hingga tewas.

Pemberian obat tidur itu diberikan kepada ECP terjadi di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sedangkan D dicecoki miras oleh KV hingga pingsan terjadi disalah satu kamar. Saat tak sadarkan diri, D langsung dibekap hingga tewas. Tersangka AK diketahui merupakan istri dari ECP.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads