alexametrics

Hari Kedua Penindakan Perluasan Gage, Jumlah Pelanggar Berkurang

11 September 2019, 11:48:13 WIB

JawaPos.com – Penindakan terhadap pelanggar perluasan ganjil genap (gage) pada hari kedua mengalami penurunan. Pada Selasa (10/9) tercatat pemberian tilang hanya kepada 1.761 pengendara. Jumlah tersebut berasal dari pemberlakukan gage pagi hari dan pada sore hari.

“Total ada 1.761 kendaraan ditilang dalam penindakan ganjil genap hari kedua. Sebanyak 1.129 SIM dan 632 STNK disita,” kata Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir saat dikonfirmasi, Rabu, (11/9).

Nasir menerangkan pada shift pertama pukul 06.00-10.00, total kendaraan yang ditilang yakni, 1.017 pengendara. Dengan rincian, Jakarta Timur terdapat 202 penindakan, Jakarta Selatan 128 penindakan, Jakarta Barat 242 penindakan, dan Jakarta Utara 220 penindakan. Selanjutnya, Jakarta Pusat 66 penindakan, Sat Gatur 13, Sat Patwal 6, dan Subdit Gakkum 231.

Sementara itu pada shift kedua pukul 16.00-21.00 penindakan diberikan kepada 744 pengendara. Rinciannya, Jakarta Timur 47 penindakan, Jakarta Selatan 123 penindakan, Jakarta Barat 104 penindakan, dan Jakarta Utara 174 penindakan. Kemudian, Jakarta Pusat 66 penindakan, Sat PJR 32, Sat Gatur 13, Sat Patwal 5 dan Subdit Gakkum 180.

Nasir mengatakan, masih banyaknya pelanggaran terjadi karena banyak yang baru melintas di kawasan perluasan ganjil genap tersebut. Namun, dalih tersebut tak bisa ditolelir, karena sosialiasi telah dilakukan selama 1 bulan. Selain itu, rambu-rambu juga telah dipasang.

“Karena masih baru jadi tidak diketahui oleh mereka. Kemudian, orang banyak melanggar karena kebutuhan. Orang banyak melintas di situ. Itu yang jadi alasan utama pelanggar gage,” tegas Nasir.

Sebelumnya, uji coba perluasan ganjil genap (gage) sudah berakhir sejak 6 September lalu. Terhitung mulai Senin (9/9), petugas akan melakukan penindakan sesuai Undang-undang yang berlaku kepada para pelanggar kebijakan tersebut.

Pemprov DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memutuskan perluasan aturan ganjil genap berlaku pada Senin-Jumat, pukul 06.00-10.00 untuk pagi hari dan pukul 16.00-21.00 pada sedangkan untuk akhir pekan dan hari libur nasional tidak berlaku. Polisi akan memberikan sanksi tilang bagi para pengendara roda 4 yang melanggar aturan tersebut. Tilang disesuaikan pada Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi dua bulan penjara atau denda administrasi sebesar maksimal Rp 500.000.

Perluasan gage ini meliputi, Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang). Selanjutnya, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kiai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, dan Jalan Gunung Sahari (sampai simpang Jalan RE Martadinata).

Pemprov juga menghapus kebijakan pengecualian terhadap on off ramp tol. Jika sebelumnya kendaraan dari luar area gage yang hendak masuk jalan tol atau dari jalan tol yang keluar ke jalan arteri gage mendapat pengecualian, kali ini aturan itu tidak berlaku.

Meski begitu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan pengecualian pada 12 jenis penggunaan kendaraan dalam perluasan gage tersebut. Yakni kendaraan berstiker disabilitas, ambulan, pemadam kebakaran, angkutan umum berplat kuning.

Juga terhadap sepeda motor, kendaraan berbahan bakar listrik dan gas, truk tanki bahan bakar, kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan operasional dinas, TNI-Polri, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional, kendaraan evakuasi kecelakaan lalu lintas, hingga kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan Polri, seperti pengangkut uang.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads