alexametrics

Strategi Anies Hadapi Cuaca Buruk 12 Januari Mendatang

10 Januari 2020, 11:46:58 WIB

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan pemerintah provinsi telah melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi cuaca buruk yang akan diperkirakan pada 12 Januari 2020 mendatang. Terdapat beberapa strategi untuk mengantisipasi agar tidak terjadi banjir pada saat hujan mengalami intensitas yang tinggi.

Diantaranya, mulai pengendalian air melalui pompa-pompa bergerak, petugas yang selalu siaga di pintu-pintu air, hingga penyiapan posko di daerah yang berpotensi mengalami banjir. Anies menjelaskan, pihaknya telah mengantisipasi naiknya permukaan air laut di pesisir Utara Jakarta sejak Kamis lalu.

Dalam hal ini, Pemprov telah mengerahkan pompa-pompa bergerak atau mobile farm untuk selalu siaga di kawasan Utara Jakarta. “Sejauh ini tidak ada hal yang menghambat tapi kita standby,” ujarnya di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (10/1).

Lalu, lanjutnya, para petugas dikerahkan untuk melakukan pengecekan secara reguler di pintu air utama dengan kampung-kampung di Kawasan Utara Jakarta yang memiliki potensi mengalami banjir.

“Yang terkait dengan Utara yang terkait dengan hujan, kita memantau terus pergerakan air di pintu air utama, seperti di sisi hulu ada Katulampa, lalu di tengah ada Depok. Sepanjang hari kemarin dan sampai tadi malam itu posisinya normal atau siaga 4. Ada pergerakan naik turun sedikit tapi tidak ada yang signifikan. Di Manggarai kemarin masih di dalam status normal siaga 4 jadi kita monitor,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga memerintahkan petugas-petugas di jajaran Pemprov khususnya di level kelurahan untuk menyiapkan posko di setiap kantor Lurah. Serta, tak luput dari pemantauan secara dini jika ada peningkatan permukaan atau peningkatan genangan di tempat yang mengalami hujan secara intensif.

Sementara, petugas di daerah aliran sungai dapat merespon posko-posko untuk merespon cepat apabila pintu-pintu air menunjukkan tanda-tanda kenaikan permukaan air, sehingga warga di kampung-kampung sekitar daerah aliran sungai bisa disiagakan. “Waktu pengalaman kemarin terjadi kenaikan permukaan air itu dini hari jam 2 pagi, jam 4 pagi,” tuturnya.

Sebab, berdasarkan pengalaman, para tokoh masyarakat seperi RT dan RW meskipun telah memberikan informasi kepada warganya, namun banyak yang menginformasikan melalui pesan singkat dan telepon, sedangkan saat itu para warganya sedang terlelap. “Kemudian begitu juga dengan kelurahan, karena itulah kenapa diinstruksikan untuk turun langsung ke lapangan door to door, tujuannya karena kalau kejadiannya di malam hari, apa lagi di hari masyarakat tidak mengecek telepon,” tutupnya.

Hadapi Banjir Rob

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara menggelar Rapat Evaluasi Penanganan Infrastructure Paska Banjir di Jakarta Utara di Ruang VIP Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (10/1). Pada kesempatan ini dibahas mengenai jaringan utilitas yang belum berfungsi agar segera diaktifkan kembali.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lama pada awal tahun kemarin menyebabkan banyaknya wilayah di Jabodetabek yang tergenang. “Menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan Jaringan Utilitas Kota. Dengan kondisi sekarang semuanya harus bisa kembali difungsikan,” katanya.

Menurut Ali, jaringan utilitas yang belum berfungsi seperti PAM, Telkom. listrik. pintu air dan pompa itu sangatlah dibutuhkan oleh warga terdampak genangan kemarin. “Dengan kembali difungsikan atau diaktifkan Hal tersebut tentunya sangat membantu warga untuk kembali beraktifitas normal seperti biasa,” tambahnya.

Selain itu Ali juga menegaskan ada hal yang tidak kalah penting dari itu semua, yakni kesiapsiagaan semua pihak dan koordinasi yang baik untuk mengantisipasi Berita dari Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) akan naiknya air laut. “Selain terjadinya hujan kembali, BMKG memperkirakan pada tanggal 9 – 12 Januari nanti permukaan air laut akan naik. Jakarta Utara sebagai wilayah yang rawan akan hal yang biasa disebut Rob itu juga harus melakukan persiapan dini,. Jika itu datang setidaknya Kita sudah siap menghadapinya, ” tegasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Romys Binekasri


Close Ads