alexametrics

Mulai Hari Ini, Sanksi Pelanggar Perluasan Ganjil Genap Diterapkan

9 September 2019, 08:35:26 WIB

JawaPos.com – Uji coba perluasan ganjil genap (gage) sudah berakhir sejak 6 September lalu. Terhitung mulai hari ini, Senin (9/9), petugas akan melakukan penindakan sesuai Undang-undang yang berlaku kepada para pelanggar kebijakan tersebut.

Pemprov DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memutuskan perluasan aturan ganjil genap berlaku pada Senin-Jumat, pukul 06.00-10.00 untuk pagi hari dan pukul 16.00-21.00 pada sedangkan untuk akhir pekan dan hari libur nasional tidak berlaku.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan, polisi akan memberikan sanksi tilang bagi para pengendara roda 4 yang melanggar aturan tersebut. Tilang disesuaikan pada Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Pelanggar dikenakan sanksi dua bulan penjara atau denda administrasi sebesar maksimal Rp 500.000,” kata Nasir saat dikonfirmasi, Senin (9/9).

Polisi menindak pelanggar sistem ganjil genap di Jalan Fatmawati, Jakarta, Senin (9/9/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani peraturan gubernur Nomor 88 Tahun 2019, perluasan sistem ganjil genap kendaraan bermotor pun mulai berlaku hari ini, Senin (9/9/2019). Kini, ruas jalan yang terkena sistem pembatasan kendaraan tersebut bertambah. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Nasir menjelaskan, pelanggaran gage terbanyak terjadi di Jalan Gunung Sahari tepatnya di traffic light Bintang Mas, yakni 251 pelanggar. “Itu mungkin karena masih baru (diberlakukan) jadi tidak diketahui oleh mereka,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nasir menyampaikan, pengakuan para pengemudi rata-rata melakukan pelanggaran gage karena baru melintas di ruas jalan perluasan gage. Namun, alasan itu tidak ditolelir, sebab sudah banyak spanduk dan rambu-rambu dipasang.

“Kedua, orang banyak melanggar karena kebutuhan. Orang banyak melintas disitu. Itu yang jadi alasan utama pelanggar gage,” jelasnya.

Di sisi lain, Nasir memastikan rambu-rambu perluasan gage sudah banyak terpasang disejumlah titik. Jalan-jalan yang terhubung ke area gage juga telah diberi peringatan dengan rambu-rambu.

Perluasan gage ini meliputi, Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang).

Pengendara sepeda motor melintasi spanduk sosialisasi perluasan aturan ganjil genap di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Senin (12/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan uji coba perluasan dan memperpanjang durasi sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap di 16 ruas jalan tambahan hingga 6 September selama Senin-Jumat dari pukul 06.00-10.00 serta pukul 16.00-21.00 WIB. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Selanjutnya, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kiai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, dan Jalan Gunung Sahari (sampai simpang Jalan RE Martadinata).

Pemprov DKI Jakarta juga menghapus kebijakan pengecualian terhadap on off ramp tol. Jika sebelumnya kendaraan dari luar area gage yang hendak masuk jalan tol atau dari jalan tol yang keluar ke jalan arteri gage mendapat pengecualian, kali ini aturan itu tidak berlaku.

Sebelumnya, setelah satu bulan lamanya disosialiasikan, ternyata kebijakan ini turut membuahkan hasil positif bagi pergerakan kendaraan di ruas jalan ibu kota. Polusi udara perlahan ikut berkurang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, di ruas jalan perluasan gage, rata-rata kecepatan kendaraan naik menjadi 28,03 km/jam dari sebelumnya 25,56 km/jam atau meningkat 9,25 persen. Waktu tempuh kendaraan pun terpangkas, dari 16,52 detik menjadi 14,91 detik.

“Artinya bahwa kecepatan rata-rata yang terjadi peningkatan signifikan, dengan dibandingkan waktu tempuh yang terjadi pada ruas jalan ganjil genap,” ujar Syafrin di Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (6/9).

Volume kendaraan sendiri turun drastis mencapai 25 persen di area gage. Namun angka itu masih dibawah target pemprov DKI untuk penurunan kendaraan 40 persen. Kondisi itu, secara tidak langsung berpengaruh pada aktivitas Transjakarta. Sebab di koridor gage terjadi peningkatan jumlah penumpang sebanyak 5 persen.

Berkurangnya kendaraan pribadi, berbanding lurus dengan kualitas udara di area gage. Dari 2 Pos pemantau Partikulate Meter (PM) 2,5 di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan dan Kelapa Gading, masing-masing turun sekitar 9 persen.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads