alexametrics

Melanggar Perluasan Ganjil Genap, Pengendara Mobil Mewah Ditilang

9 September 2019, 10:01:54 WIB

JawaPos.com – Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara bersama Satlantas Polres Jakarta Utara turun ke jalan untuk melakukan penindakan terhadap pelanggar perluasan ganjil genap (gage). Giat kali ini menyasar Jalan Gunung Sahari, Pademanangan.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Benhard Hutajulu mengatakan, penerapan gage di Jalan Gunung Sahari berdasarkan pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

“Mulai hari ini jadi sesuai dengan di Pergub yang ada diberlakukan sistem ganjil genap,” kata Benhard di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (9/9).

Jalan Gunung Sahari menjadi satu-satunya ruas Jalan di Jakarta Utara yang masuk dalam kebijakan perluasan gage. Kebijakan ini berlaku dari mulai dari Trafict Light (TL) Bintang Mas sampai dengan perbatasan dengan Jakarta Pusat di rel kereta. “Hari ini kami bersama aparat kepolisian, TNI, hingga Samsat hadir disini untuk memantau sekaligus melakukan penindakan terhadap pelanggar,” jelasnya.

Benhard tak lupa menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah beralih ke angkutan umum. Caranya pun unik, yaknu dengan memberi setangkai mawar kepada para penumpang yang melintas di Jalan Gunung Sahari.

Setangkai mawar ini mengartikan apresiasi terhadap pengguna transportasi umum. Karena masyarakat dianggap telah ikut berperan dalam upaya mengurangi polusi udara di DKI Jakarta. “Hari ini kami juga mengapresiasi kepada penumpang transportasi umum. Ini menunjukkan adanya peran masyarakat yang mendukung program perbaikan kualitas udara di Jakarta,” kata Benhard.

Dengan adanya apresiasi tersebut, diharapkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum meningkat. Sehingga perlintasan ruas jalan di Kota Jakarta akan semakin lancar serta dapat lebih menekan polusi udara.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Dimana Pemerintah DKI pun sudah menyiapkan berbagai jenis transportasi umum yang layak, aman dan nyaman,” jelasnya.

Seorang penumpang angkutan kota M.15, Farida Hasanah, 28, menyampaikan ucapan terima kasih terhadap apresiasi yang diberikan pemerintah. Dia berharap dengan adanya pemberlakuan sistem ganjil genap ini, masyarakat dapat lebih sadar untuk menggunakan moda transportasi umum seperti dirinya.

“Saya setiap hari kerja naik transportasi umum dan baru kali ini ada apresiasi. Harapan saya dengan adanya ini masyarakat lebih memanfaatkan moda transportasi umum yang telah disediakan pemerintah. Kondisi transportasi umum saat ini juga sudah lebih aman, nyaman. Apalagi ada Jak Lingko yang bisa menghemat biaya perjalanan,” tambahnya.

Sementara Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Wilayah Jakarta Utara AKBP Agung Pitoyo menerangkan, penilangan terhadap pelanggar tidak pandang bulu. Sejak Pukul 06.00 WIB hingga Pukul 08.45 terdapat sekitar 40 kendaraan roda empat yang ditilang. Terlihat kendaraan mewah seperti Pajero Sport ikut ditilang karena melanggar kebijakan ganjil genap.

“Hari ini sudah mulai kita tindak dengan penilangan bagi pengendara yang melintas tidak sesuai ketentuan. Puluhan petugas sudah disiagakan di lokasi saat jam-jam pemberlakuan sistem ganjil genap ini,” tutupnya.

Sebelumnya, uji coba perluasan ganjil genap (gage) sudah berakhir sejak 6 September lalu. Terhitung mulai hari ini, petugas akan melakukan penindakan sesuai Undang-undang yang berlaku kepada para pelanggar kebijakan tersebut.

Pemprov DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memutuskan perluasan aturan ganjil genap berlaku pada Senin-Jumat, pukul 06.00-10.00 untuk pagi hari dan pukul 16.00-21.00 pada sedangkan untuk akhir pekan dan hari libur nasional tidak berlaku.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan, polisi akan memberikan sanksi tilang bagi para pengendara roda 4 yang melanggar aturan tersebut. Tilang disesuaikan pada Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Pelanggar dikenakan sanksi dua bulan penjara atau denda administrasi sebesar maksimal Rp 500.000,” kata Nasir saat dikonfirmasi, Senin (9/9).

Perluasan gage ini meliputi, Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang).

Selanjutnya, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kiai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, dan Jalan Gunung Sahari (sampai simpang Jalan RE Martadinata).

Pemprov juga menghapus kebijakan pengecualian terhadap on off ramp tol. Jika sebelumnya kendaraan dari luar area gage yang hendak masuk jalan tol atau dari jalan tol yang keluar ke jalan arteri gage mendapat pengecualian, kali ini aturan itu tidak berlaku.

Meski begitu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan pengecualian pada 12 jenis penggunaan kendaraan dalam perluasan gage tersebut. Yakni kendaraan berstiker disabilitas, ambulan, pemadam kebakaran, angkutan umum berplat kuning.

Juga terhadap sepeda motor, kendaraan berbahan bakar listrik dan gas, truk tanki bahan bakar, kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan operasional dinas, TNI-Polri, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional, kendaraan evakuasi kecelakaan lalu lintas, hingga kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan Polri, seperti pengangkut uang.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads