alexametrics

Muncul Klaster Hajatan, Polisi Larang Warga Bekasi Gelar Resepsi

9 Juni 2021, 09:55:13 WIB

JawaPos.com – Polres Metro Bekasi sementara waktu melarang warganya menggelar resepsi pernikahan. Kebijakan diambil buntut dari ditemukannya klaster baru Covid-19 dari acara hajatan nikahan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, untuk sementara waktu kegiatan pernikahan di rumah maupun di gedung ditiadakan. Apabila ada pernikahan, tidak diizinkan mengundang keramaian.

“Sekarang tidak diperkenankan resepsi pernikahan, apakah resepsi itu dilakukan di perumahan, di rumah bukan di gedung,” kata Hendra kepada wartawan, Rabu (9/6).

Kendati demikian, warga tetap dibolehkan melangsungkan pernikahan. Dengan ketentuan, apabila digelar di rumah, hanya dihadiri oleh 10 orang. Apabila di gedung, tidak lebih dari 25 persen kapasitas yang ada.

“Di gedung boleh tapi sangat terbatas maksimal 25 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendra meminta masyarakat menghindari menggelar resepsi di gedung. Sebaiknya, acara pernikahan digelar secara sederhana guna menjaga keselamatan bersama.

“Kita tidak bisa menentukan satu wilayah merah, kuning, hijau, orange. Karena semua berpotensi menjadi merah. Jadi, untuk mencegah lebih baik semua memberlakukan PPKM mikro, tidak mengadakan hajatan,” tandasnya.

Sebelumnya, Polres Metro Bekasi menemukan klaster baru Covid-19. Sebanyak 24 orang dinyatakan positif Covid-19 setelah menghadiri acara hajatan di perumahan Villa Mutiara Gading, Bekasi, Jawa Barat.

“Testing 120 orang, ditemukan 24 orang (positif) total dari 10 rumah,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan kepada wartawan, Rabu (9/6).

Hendra menuturkan, awalnya seorang warga menggelar sebuah resepsi. Kemudian didatangi oleh pihak kecamatan dan desa. Setelah dilakukan swab antigen ditemukan 4 warga reaktif Covid-19.

“Positif 4 orang, yang berasal dari klaster acara keluarga. Dari 4 orang kita tracing dan swab kurang lebih 120 orang, ditemukan 20 orang lagi (positif),” jelasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads