alexametrics

11 Langkah BPBD DKI Antisipasi Puncak Musim Penghujan

9 Januari 2020, 08:57:40 WIB

JawaPos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menyiapkan 11 langkah antisipasi datangnya puncak musim penghujan. Koordinasi bersama dinas terkait guna mengantisipasi terjadinya banjir terus dilakukan.

Monitoring terhadap peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara realtime akan disampaikan kepada aparat wilayah dan masyarakat secara berkala. BPBD bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) jug akam memantau ketinggian air setiap 3 jam. Selanjutnya informasi itu akan diteruskan kepada masyarakat melaui akun media sosial.

“BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air terkait kesiapan dan keberfungsian 474 pompa stasioner dan 122 pompa mobile,” kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta M Ridwan kepada wartawan, Kamis (9/1).

Selain itu, BPBD juga rutin melakukan koordinasi dengan kelurahan rawan banjir terkait edukasi agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan. Berupa tidak membuang sampah di sungai atau saluran air yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran air.

“BPBD berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan pengangkatan sampah-sampah yang ada di bantaran kali dan di pintu-pintu air,” imbuhnya.

Ridwan mengatakan, BPBD juga akan kembali memastikan sistem peringatan dini bencana yang berada di daerah rawan berfungsi dengan normal. Dengan begitu, diharapkan evakuasi warga ketika bencana datang tidak terlambat. “Memastikan keberfungsian sistem peringatan dini AWS (Automatic Weather Sensor) dan DWS (Disaster Warning System) yang dipasang di 14 lokasi kelurahan rawan banjir,” imbuhnya.

Sedangkan bagi masyarakat yang mengalami banjir mauphn bencana lainnya, diminta tidak ragu melaporkan kejadian terdebut ke call center Jakarta Siaga 112 dan melalui tombol darurat di aplikasi jakarta aman. Dengan begitu petugas bisa segera mengambil tindakan penanggulangan secara cepat.

Sedangkan dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD berkoordinasi terkait persiapan perahu karet dan penyedotan air di lokasi banjir. Bagi daerah yang tidak tersedia pompa air, maka akan segera dimintakan perbantuan kepada Dinas SDA.

“Dengan Dinas sosial terkait kesiapan dapur umum dan perahu karet, logistik dan tenda-tenda pengungsian,” jelas Ridwan.

Terakhir, BPBD terus berkomunikasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan, dalam hal memastikan kesiapan kantong-kantong parkir di lokasi jika ada pengungsian dan pengaturan pengalihan arus lalin di sekitar lokasi banjir.

“BPBD telah melakukan pemetaan di 25 lokasi kelurahan rawan banjir untuk mempersiapkan jalur evakuasi pengungsi jika ada pengungsi yang diakibatkan banjir dan menyaipkan tenda, perahu karet dan buffer stok logistik,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads