alexametrics

Revitalisasi Pasar Induk Cibitung Sesuai Keputusan Pemda dan DPRD

8 April 2021, 05:10:38 WIB

JawaPos.com – Direktur Utama PT Citra Prasasti Kosorindo Mochammad Faisol menjelaskan, revitalisasi Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi merupakan hasil keputusan pemerintah daerah dan DPRD setempat. Dia menilai setiap orang berhak melakukan audiensi dengan wakil rakyat.

Hal tersebut dikatakan Faisol terakit keluhan sejumlah pedagang di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang Pasar Induk Cibitung (FK-PPIC). Mereka mengeluh soal pungutan belasan juta rupiah menyusul adanya revitalisasi.

“Para pedagang mengadu ke Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi supaya ada keringanan dan tidak memberatkan beban pedagang,” ujar Faisoal dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Rabu (7/4).

Selain itu, para pedagang juga mengaku ada oknum yang memaksa untuk membayar DP sebesar 10 persen. Dia risih dengan pernyataan sejumlah pedagang yang mengaku dipaksa membayar uang DP.

Karena itu, Faisol meminta sejumlah pedagang itu mengklarifikasi pernyataan terkait pemaksaan bayar DP atau membeberkan siapa yang memaksa dan bagaimana bentuk pemaksaannya.

Karena menurutnya, revitalisasi Pasar Induk Cibitung menggunakan skema bangun, guna, serah (BOT), sistem guna serah murni dibiayai swasta.

“Kami berhak menjual kepada siapapun, namun dalam hal ini pemerintah dan DPRD merekomendasikan kami untuk mengakomodir pedagang eksisting termasuk dengan harga yang relatif terjangkau,” ujarnya.

Langkah tersebut, katanya, terkait upaya mengakomodir adalah memberikan surat pemberitahuan atau undangan, kemudian pedagang diminta membayar DP 10 persen sebagai bukti bahwa para pedagang ingin melanjutkan atau tidak sampai dengan tiga kali surat undangan.

Baca Juga: Sudah Disetujui 30 Negara, Sinovac Produksi 2 Miliar Vaksin Covid-19

“Jika pedagang mengabaikannya, maka dianggap pihaknya tidak melanjutkan. Kami selaku perusahaan harus mengambil keputusan, bisa mengalihkan hak atau menjual kepada pihak yang bersedia. Sebab, tidak mungkin kami harus mengundang sampai 1.000 kali kerena energi perusahaan kami bukan hanya untuk itu,” katanya.

Menurut dia, harga lapak atau kios di Pasar Induk Cibitung paling rendah atau murah dibandingkan pasar induk lainnya. Dia mempersilakan untuk mengecek semua harga kios baru di pasar induk wilayah Jabodetabek.

Lebih lanjut, Faisol mengatakan, proses sosialisasi Pasar Induk Cibitung melibatkan banyak pihak, termasuk rukun warga pasar selaku wadah resmi pedagang. Dia membantah adanya pemaksaan. Bagi dirinya, yang tidak mau meneruskan usaha di Pasar Induk Cibitung tidak menjadi soal, namun perlu memberikan pernyataan bahwa tidak melanjutkan.

Editor : Dimas Ryandi




Close Ads