alexametrics

Bukannya Diberi Kerja, Siswa SD 11 Tahun Malah Dijadikan PSK Online

8 April 2021, 13:04:24 WIB

JawaPos.com – Nasib malang menimpa bocah perempuan berusia 11 tahun. Berharap memiliki pekerjaan di Jakarta, siswi Sekolah Dasar (SD) itu malah dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) oleh muncikari berinisial DF.

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan, korban dipasarkan oleh muncikari melalui aplikasi MiChat. Aksi pelaku terendus petugas. Setelah diselidiki, pelaku berhasil ditangkap disebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading.

“DF, laki-laki, usia 27 tahun. (Sehari-hari) tidak bekerja,” kata Guruh kepada wartawan, Kamis (8/4).

Guruh menuturkan, pelaku diketahui sengaja membuat akun di aplikasi MiChat dengan mengatasnamakan korban. Dia mengoperasikan akun itu untuk memasarkan jasa esek-esek dengan korban.

Pelaku membubuhkan keterangan di akun tersebut bahwa korban berusia 16 tahun, padahal aslinya 11 tahun. DF memasang tarif PSK dibawah umur ini sekitar Rp 300-450 ribu.

“Informasi sementara yang bisa kita gali dari pelaku atau tersangka baru sekali ini. Tapi masih tetap kita dalami lagi,” imbuh Guruh.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Muhammad Fajar mengatakan, antara tersangka dan korban tidak memiliki hubungan dekat. Tersangka mengenal korban dari teman-temannya. Korban sendiri berasal dari luar Jakarta.

“Muncikari ini pintar mengambil kesempatan. Dari mulut ke mulut, dari teman ke teman, tanpa ada hubungan keluarga. Kemudian dengan tipu dayanya, bujuk rayunya, akhirnya korban mau datang ke Jakarta, ditemenin sama si saksi Y tadi,” kata Fajar.

DF mengiming-imingi korban akan diberikan pekerjaan sesampainya di Jakarta. Namun, korban tidak pernah tahu jika pekerjaan yang dimaksud adalah menjadi PSK.

“Ya dengan berbagai cara lah. Motif ekonomi lah, dijanjiin kerja dan sebagainya. Uang jajan lah, apa lah, gitu lah. Dia masih sekolah, kelas 5 SD,” pungkas Fajar.

Atas perbuatannya DF dijerat dengan Unang-Undang-Undang Perlindungan Anak. Dia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan




Close Ads