alexametrics

Jakarta Makin Darurat Covid-19, Saatnya Pemprov DKI Tarik Rem Darurat

7 September 2020, 15:28:48 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta untuk segera menarik rem darurat. Pasalnya kondisi ibukota saat ini semakin menjadi episentrum kasus Covid-19 di Tanah Air. Hampir setiap hari rata-rata terjadi penambahan lebih dari seribu kasus.

Hari ini saja, Senin (7/9), berdasarkan data Covid19.go.id, Senin (7/9), kasus baru di DKI Jakarta bertambah 1.046 kasus. Angka kematian harian juga menjadi kedua yang tertinggi di Tanah Air yakni sebanyak 22 jiwa.

Kondisi ini membuat tenaga medis semakin kewalahan. ICU penuh sesak pasien. Para dokter dan tenaga medis meminta masyarakat untuk membantu mereka menurunkan kasus baru dengan mematuhi protokol kesehatan.

Menanggapi situasi ini, Juru Bicara KawalCOVID19 Miki Salman menjelaskan, peningkatan kasus sekarang terlihat sekali bentuknya eksponensial. Sejumlah pengamat kesehatan juga menyebut DKI Jakarta sudah darurat.

“Kekhawatiran kami benar-benar sistem kesehatan akan kolaps. Kami paham ini sulit sekali, karena orang-orang dan banyak usaha sudah mulai bergiat kembali dan merasa baik-baik saja,” tukasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Miki mendesak agar saat ini DKI Jakarta menarik rem darurat. Apalagi daerah penyangga seperti Bogor dan Depok sudah menerapkan jam malam.

“Tapi sebetulnya sekarang sudah saatnya untuk menarik rem darurat (memberlakukan lagi PSBB, Red),” tegasnya.

Survei Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) baru-baru ini menyebutkan sebanyak 83 persen tenaga kesehatan kelelahan atau burnout menangani pasien Covid-19.

“(Rem darurat perlu ditarik, Red) Untuk memberi kesempatan bagi pelayanan kesehatan untuk sedikit bernapas. Benar-benar tidak ada cara lain. Mengharapkan masyarakat untuk patuh dan disiplin menaati protokol kesehatan itu terbukti tidak cukup,” tukas Miki Salman.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads